KLIKSANDI.COM, Makassar — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyebut ada enam program atau proyek penting yang wajib menjadi perhatian pemerintah provinsi Sulsel. Proyek ini juga akan menjadi atensi dari pemerintah pusat.
Enam proyek itu diungkapkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus pada momentum peringatan hari jadi ke-356 tahun Sulsel. Dia meyebut, proyek-proyek itu sebagai salah satu arahan praktis untuk mempercepat pembangunan di Sulawesi Selatan.
Akhmad Wiyagus dalam keterangannya di Makassar, mengatakan yang program pertama adalah hilirisasi maritim dan pangan, yakni membangun Seaweed Industrial Corridor Takalar, Pangkep, Bone, Selayar dengan pusat benih unggul, cold storage, dan dukungan logistik koperasi-UMKM.
Kedua adalah konektivitas logistik terpadu melalui optimalisasi multimoda Makassar New Port (MNP), Tol dan Kereta yang menghubungkan Makassar – Parepare – Pelabuhan Garongkong.
Ketiga, transformasi layanan publik digital dengan peningkatan indeks SPBE menjadi 4,20 dalam dua tahun. Transformasi ini dilakukan melalui single sign-on, serta kebijakan open data tersadar dan memperkuat keamanan cyber serta literasi digital hingga tingkat desa.
Keempat, inklusi dan perlindungan sosial adaptif, yakni penerapan geo-targeting kemiskinan dan ketimpangan untuk intervensi tepat sasaran.
“Perluas gerakan pangan murah dan operasi pasar secara periodik,” kata dia.
Kelima, peningkatan SDM dan pasar kerja masa depan, berupa pengembangan vocational track maritim, logistik, dan teknologi nikel–EBT melalui skema dual system industri serta micro-credential digital bagi ASN dan pemuda.
Terakhir adalah ketahanan iklim dan pesisir, meliputi rehabilitasi mangrove, penerapan coastal setback, asuransi budidaya, dan sistem peringatan dini cuaca laut berbasis aplikasi.
Dalam kesempatan itu, Wiyagus juga menyampaikan sejumlah capaian pembangunan Sulsel sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi tercatat di atas 5 persen, didukung oleh sektor pertanian, industri pengolahan, perdagangan, dan jasa.
Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulsel mencapai 75,18, yang menggambarkan kemajuan di bidang pendidikan, kesehatan, dan standar hidup.
Tingkat pengangguran terbuka per Februari 2025 turun menjadi 4,96 persen, dan tingkat kemiskinan per Maret 2025 mencapai ke 7,6 persen, terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Di bidang tata kelola pemerintahan digital, Indeks SPBE Pemerintah Provinsi Sulsel mencapai 3,94 (kategori sangat baik), sementara kepatuhan terhadap standar pelayanan publik berada di zona hijau
“Tugas kita berikutnya adalah menerjemahkan capaian itu menjadi layanan publik yang semakin cepat, transparan, dan aman,” kata Wiyagus.(egg)

Leave a Reply