Waspada Provokator! Bocah Diserang Busur, Picu Perang Kelompok di Tallo Makassar

Bocah kena busur di Jalan Kandea, Kecamatan Tallo kota Makassar. Kejadian ini memicu perang kelompok di kawasan itu.

PROVOKATOR. Bocah kena busur di Jalan Kandea, Kecamatan Tallo kota Makassar. Kejadian ini memicu perang kelompok di kawasan itu.

KLIKSANDI.COM, MakassarPerang kelompok yang kerap terjadi di Jalan Kandea, Kota Makassar akhir-akhir ini sudah mulai reda. Tetapi rupanya, ada provokator yang mau mengusik kedamaian itu. Dia menyerang seorang bocah sembilan tahun dengan busur, lalu menghilang.

Seorang bocah sembilan tahun dilaporkan terkena serangan busur. Dalam sebuah video viral, terlihat bocah itu meringis kesakitan akibat terkena anak panah busur di bagian betisnya. Kasus serangan busur itu terjadi pada Jumat (17/10/2025) malam.

Bocah yang belum diketahui identitasnya itu, disebut merupakan warga Lembo, Kecamatan Tallo. Kejadian itu, bahkan memicu kembali percobaantawuran antara kelompok warga Lembo versus Layang. Pasalnya, warga Lembo dikabarkan mencurigai pelaku pembusuran berasal dari kelompok warga Layang.

Terlebih, September lalu, kedua kelompok warga tersebut kerap terlibat tawuran. Bahkan, tawuran kelompok warga di Kecamatan Tallo itu mengakibatkan lima rumah warga Jl Kandea 3 terbakar.

Kapolsek Tallo Kompol Syamsuardi yang dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya peristiwa itu. Ia menjelaskan korban terkena anak panah busur saat bermain di depan rumahnya.

“Tadi malam itu ada anak-anak dari Lembo itu kena betisnya. Itu pemicunya,” kata Kompol Syamsuardi, Sabtu (18/10/2025) siang.

Aparat gabungan yang berjaga di sekitar lokasi kata Syamsuardi, langsung bergerak cepat setelah menerima laporan warga.

“Tapi sebentar (tawurannya) karena langsung ada anggota, Brimob, Satpol, anggota Polsek dari Jatanras (datang) langsung berhenti,” ujarnya.

Ia menyebut, pelaku pembusuran muncul secara tiba-tiba tanpa diketahui dari arah mana. Pelaku juga langsung kabur setelah melancarkan aksinya.

“Itu patte lari, tapi tidak tahu dari mana. Ada kayak tiba-tiba patte kakinya, terus lari, dikira barangkali dari sebelah. Dituduh dari pihak Layang,” terang Syamsuardi.

“Pihak Layang juga merasa bahwa bukan dia. Sempat diburu oleh anggota itu yang jadi pelaku pembusuran, tapi tidak didapat,” lanjutnya.

Pihak kepolisian, lanjut Syamsuardi, kini tengah menyelidiki pelaku pembusuran tersebut dengan menelusuri rekaman CCTV. Tujuannya, mengidentifikasi pelaku yang melarikan diri setelah melancarkan aksinya.

“Kami sementara selidiki. Korban anak-anak umur 9 tahun. Anak-anak sementara mau makan bakso. Terjadi di Poros Lembo. Kita sementara mempelajari CCTV, kebetulan ada di situ,” sebutnya.

Ia menduga, pelaku diduga merupakan provokator yang sengaja melepaskan anak panah untuk memancing kericuhan antara warga Lembo dan Layang.

“Siapa kira-kira yang membuat gaduh, kemudian dituduhlah di sebelah, padahal mereka juga merasa bahwa bukan dia. Kita juga belum tahu karena mereka langsung lari,” ungkapnya.

Syamsuardi juga khawatir peristiwa ini bisa kembali memicu bentrokan jika tidak segera dikendalikan. Karena itu, pengamanan di kawasan tersebut diperketat.

“Selalu patroli rutin itu. Bukan lagi patroli rutin, tapi dijagai di situ sampai sekarang. Stand by di situ dari Brimob, dari Satpol, Polsek, Polrestabes. 24 jam dijaga itu di situ berjaga ada di lima titik,” tuturnya.(egg)

Leave a Reply