KLIKSANDI.COM, Bulukumba — Pemerintah Kabupaten Bulukumba mengaku akan mendapat beban keuangan daerah yang cukup berat tahun depan. Pemerintah terpaksa melakukan efesiensi besar-besaran. Dampaknya adalah jalan dan jembatan yang rusak dipastikan batal diperbaiki.
“DAK Fisik ini sedang dikurangi tahun depan, jadi berdampak itu pembangunan jalan dan jembatan hingga irigasi,” kata Humas Pemkab Bulukumba, Andi Ayatullah, Rabu (15/10/2025).
Ia merinci, total anggaran Rp108 miliar menjadi Rp28 miliar. Sebanyak Rp80 miliar anggaran pembangunan fisik dipotong oleh pemerintah pusat.
Kebijakan ini merupakan bentuk efisiensi anggaran APBN ke pemerintah daerah. Pengurangan anggaran tidak hanya berlaku di Bulukumba, tetapi juga di seluruh daerah di Indonesia.
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bulukumba belum merilis nama ruas jalan, jembatan, dan irigasi yang terdampak pemotongan anggaran.
Kepala Dinas PU Bulukumba, Andi Zulkifli, menyebut ada ratusan kilometer jalan rusak butuh dibangun.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, merencanakan peningkatan pendapatan asli daerah nonpajak agar pembangunan tetap berjalan.
Anggota DPRD Bulukumba asal Kecamatan Kindang, Syamsir, mendesak Dinas PU segera memprioritaskan pembangunan Jembatan Somba Palioi.
“Jembatan itu sudah tua, lutut terasa bergetar sampai jantung terasa mau copot kalau kita melintas di jembatan itu,” ungkap Syamsir saat rapat bersama Pemkab di kantor DPRD Bulukumba.
Ia menegaskan, jembatan tersebut menghubungkan masyarakat antar kecamatan dan desa. Yakni Kecamatan Kindang dan Kecamatan Gantarang. Masyarakat di dua kecamatan itu menggunakan jembatan tersebut untuk membawa hasil bumi.(egg)

Leave a Reply