DPR Ikut Bela Purbaya, Sebut Pemotongan TKD Agar Pemda Bisa Berinovasi

Anggota DPR RI, Ahmad Doli Kurnia

Anggota DPR RI, Ahmad Doli Kurnia

KLIKSANDI.COM, Jakarta — Anggota DPR RI, Ahmad Doli Kurnia ikut mendukung langkah Menteri Keuangan, Purbaya Yudha untuk tetap melakukan pemtongan dana Transfer ke Daerah (TKD). Doli berharap setiap Pemda nantinya juga perlu berinovasi untuk meningkatkan pendapatan.

“Kita sama-sama mengetahui bahwa sekitar 80 persen daerah saat ini sangat tergantung dengan keuangan transfer dari pusat. Itu satu situasi realitas yang terjadi. Kemudian, tentu kita semua punya keinginan, dan saya kira ini yang juga menjadi visi Presiden kita, bahwa situasi ke depan setiap pemerintah daerah harus semakin mandiri,” kata Doli.

Doli juga menyebut jika para pemimpin daerah perlu melakukan mitigasi jika pendapatan utama daerah tersebut dipotong. Ia menekankan adanya kreativitas dalam rangka memperoleh pendapatan pengganti.

“Dalam konteks ini, mungkin pendekatannya, selain perlu ditingkatkan daya inovasi dan kreativitas pemerintah daerahnya, mungkin juga perlu di-review beberapa regulasi, khususnya tentang Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah dan beberapa lainnya. Dalam jangka panjang, kita semua perlu merumuskan ulang terkait kebijakan penataan daerah dan otonomi daerah kita,” sambungnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian mengingatkan para pemangku kepentingan untuk menyiapkan langkah strategis terkait persoalan pemotongan TKD tersebut. Untuk melancarkan kebijakan ini, pihaknya juga mengingatkan agar jajaran Kemendagri meningkatkan peran pembinaan dan pengawasan terhadap pemerintah daerah (Pemda). Dengan demikian, ia berharap agar setiap kebijakan pusat dapat terlaksana secara efektif di daerah meski di tengah pengalihan TKD.

“Perlu ada langkah antisipatif dan strategi yang jelas agar dinamika Transfer ke Daerah tidak mengganggu program pembangunan maupun pelayanan masyarakat,” tegas Tito dalam keterangan tertulis, Senin (29/9/2025).

Sementara itu, Menteri Purbaya menilai jika protes tersebut merupakan reaksi normal. Namun, ia meminta agar pemerintah daerah (Pemda) lebih dulu memperbaiki kinerja belanja yang selama ini dicap kurang bagus.

“Semuanya tergantung kepada kepala daerahnya lagi nanti ke depannya. Saya kan pemerintahan baru, image mereka kan kurang bagus kan di mata pemimpin-pemimpin di atas kelihatannya. Jadi, kalau mereka bisa perbaiki image itu, ya nggak ada keberatan. Kalau mereka mau bangun daerahnya kan harusnya dari dulu sudah bagus, anggarannya nggak ada yang hilang sana-sini. Salah satu concern di sana adalah banyak melesetnya,” kata Purbaya, Selasa (7/10/2025).(egg)

Leave a Reply