Kasus Penembakan Warga Polman di Dalam Mobil Belum Terungkap, Keluarga Korban Datangi Polres

PENEMBAKAN. Keluarga Husain Mendatangi Polres Polman setelah 10 hari kasus penembakan warga di dalam mobil itu belum menemui titik terang.

PENEMBAKAN. Keluarga Husain Mendatangi Polres Polman setelah 10 hari kasus penembakan warga di dalam mobil itu belum menemui titik terang.

KLIKSANDI.COM, PolmanKasus penembakan terhadap warga Polman, Husain (35) yang dieksekusi saat di dalam mobil masih misteri. Hingga kini, polisi belum mengidentifikasi apalagi menangkap pelaku penembakan itu.

Jasad Husain ditemukan dalam mobil di Desa Lagi-Agi, Kecamatan Campalagian, Sabtu (20/9) malam. Polisi memastikan Husain tewas akibat ditembak pada bagian kepalanya.

“Sudah (hasil uji balistik). Emang (peluru) dari senapan,” ujar Kabid Humas Polda Sulbar Kombes Slamet Irwandi saat itu.

Setelah 10 hari berlalu, penyelidikan kepolisian belum membuahkan hasil. Keluarga Husain yang tidak ingin pelaku bebas berkeliaran akhirnya mendatangi Polres Polman.

“Makanya kami datang, karena sudah sepuluh hari (pembunuhan) belum ada tersangkanya,” kata ibu korban, Rasniati Mursid.

Keluarga korban yang mendatangi Polres Polman antara lain ibu korban, istri korban, serta saudara dan kedua anak korban. Pihak keluarga sendiri mengaku tidak mengerti kendala yang dihadapi kepolisian dalam penyelidikan kasus ini.

“Kita tidak tahu (apa kendala polisi) karena yang selalu kami lihat di media sosial, kalau ada pembunuhan langsung didapat pelaku, tapi ini belum,” tambahnya.

Keluarga korban mengaku masih minim mendapat informasi terkait perkembangan penyelidikan polisi. Hal itu pulalah yang dipertanyakan oleh keluarga saat ke Polres Polman.

“Kami mau mengetahui sampai di mana perkembangannya (penanganan kasus),” tegas Rasniati.

Menurut Rasniati, polisi belum bisa memastikan pelaku penembakan karena masih melakukan penyelidikan. Hal ini berdasarkan keterangan dari Kasat Reskrim Polres Polman AKP Budi Adi yang sempat ditemuinya.

“Tadi kami sudah bicara (Kasat Reskrim) katanya mereka terus berupaya, karena banyak yang harus diselidiki,” ungkapnya.

“Menurut polisi masih belum bisa memastikan pelaku karena sementara dalam proses penyelidikan,” tambah Rasniati.

Rasniati berharap kasus penembakan yang menewaskan putranya segera terungkap. Dia yakin dan percaya polisi dapat mengungkap kasus ini.

“Kami tidak berprasangka yang lain-lain, ini keputusan polisi saja yang kami tunggu,” imbuhnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Husain (35) ditemukan tewas bersimbah darah di dalam mobil. Dia diduga menjadi korban penembakan.

Informasi yang dihimpun Kliksandi.com dari internal kepolisian menyebutkan jika korban tewas tertembak di dalam mobil dengan luka tembakan tepat di atas alisnya. Peluru diketahui masih bersarang di dalam kepala dan tidak tembus.

“Pelurunya tidak tembus. Masih bersarang di kepala. Setelah diangkat, pelurunya kemudian diuji balistik,” kata perwira polisi yang enggan disebutkan namanya itu.

Polisi juga menelusuri rekan jejak Husain. Dari informasi yang diketahui, Husain pernah terlibat kasus narkotika. “Dia pernah menjadi narapidana narkotika,” kata polisi itu.

Dia juga menyebutkan, jika di dalam mobil saat kejadian itu, Husain tidak sendirian. Dia bertiga dengan rekannya. Hanya saja, polisi masih merahasiakan identitas dua orang lainnya. Termasuk jenis peluru yang digunakan untuk mengeksekusi korban.

“Yang jelas itu proyektil. Apakah dari senjata organik atau rakitan, itu harus melalui uji balistik dulu,” kata dia.(egg)

Leave a Reply