Kemarau Panjang Juga Melanda Bone, Hasil Panen Petani Dipastikan Menurun

Ilustrasi: kekeringan

Ilustrasi: kekeringan

KLIKSANDI.COM, Bone — Tidak hanya di Kabupaten Maros, kemarau panjang juga melanda Kabupaten Bone. Sektor pertanian di Bone dipastikan mulai terganggu akibat kemarau tersebut.

Sejumlah petani di Desa Kampuno, Kecamatan Barebbo, mengaku hasil panen padi mereka turun drastis akibat serangan hama.Suprianto (29), petani setempat, mengatakan sebelumnya dari lahan seluas 40 are bisa menghasilkan 40–50 karung padi. Kini, hasil panen hanya tersisa 15–20 karung.

“Turun drastis sekali, apalagi sekarang padi banyak hamanya. Yang kemarin luas 40 are bisa dapat 40 sampai 50 karung, sekarang paling banyak cuma 15 sampai 20 karung,” ujarnya.

Tidak hanya itu, dia menyebut, kemarau ini memicu berkembangnya hama. Perkembangan ini menjadi sangat pesat dan sangat merugikan petani. Akibatnya, petani harus mengeluarkan biaya lebih untuk perawatan padi mereka yang terserang hama.

“Biaya perawatannya mahal, baru pas panen banyak hama yang serang, jadi kurang hasil produksi,” bebernya.

Menurutnya, kebutuhan pupuk, pestisida, dan tenaga kerja terus meningkat. Namun saat panen tiba, hasil gabah jauh menurun dibanding musim sebelumnya.

Petani lain, Ali (36), mengaku serangan hama membuat banyak bulir padi hampa.Sehingga harga jual ke tengkulak lebih rendah. Kondisi ini membuat petani semakin terpuruk.

Pendapatan diharapkan untuk kebutuhan keluarga justru berkurang di tengah biaya hidup yang tinggi. Beberapa petani mengaku tidak punya pilihan selain tetap menanam padi meski risiko gagal panen besar.

“Kalau bukan dari padi, kami mau kerja apa lagi. Jadi tetap tanam, meski hasilnya sedikit,” ungkapnya.

Hingga kini, petani belum menyampaikan laporan resmi ke pemerintah desa maupun kecamatan. Namun mereka berharap ada perhatian dari pemerintah daerah.

“Tidak ada kami laporkan, cuma ya petani mengeluh saja. Kurang perhatian, hasil panen tiba-tiba turun, gabah juga kurang,” tambahnya.

Petani berharap pemerintah turun langsung melihat kondisi di lapangan dan memberikan solusi nyata, seperti bantuan air irigasi, subsidi pupuk, dan pengendalian hama.

Mereka khawatir hasil panen musim berikutnya akan semakin merosot jika tidak ada penanganan sejak dini.

“Harapannya jeritan kami tidak hanya terdengar sebagai keluhan semata, tetapi benar-benar direspons oleh pihak terkait agar hasil panen kembali stabil dan kehidupan mereka lebih terjamin,” tandasnya.

Desa Kampuno terletak di Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan.Desa ini merupakan salah satu wilayah agraris yang aktif dalam sektor pertanian, termasuk budidaya padi dan hortikultura.(egg)

Leave a Reply