KLIKSANDI.COM, Makassar — Gedung DPRD Palopo rusak parah setelah diamuk massa,Senin, 1 September 2025. Padahal, gedung DPRD Palopo ini baru saja selesai dibangun dua tahun lalu dan menelan anggaran hingga Rp30 miliar.
Gedung wakil rakyat ini dibangun tahun 2021 era Judas Amir memimpin Palopo. Bangunan berlantai dua ini menelan anggaran sekira Rp30 miliar lebih.
Tahap pertama, anggaran DPRD Palopo menghabiskan Rp10,8 M. Tahap pertama fokus pembangunan strukturnya, lantai, atap. Tahap kedua dianggarkan Rp22 M, termasuk pagar Rp3 miliar dan landscape Rp1 miliar.
Kantor baru DPRD Kota Palopo diresmikan Judas Amir pada 2 Juli 2023. Peresmian kantor ini menjadi rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Kota Palopo.
Dua tahun setelah diresmikan, kantor DPRD Palopo kini dirusak tepatnya 1 September 2025. Penyebabnya adalah ricuh demonstrasi di kantor DPRD Palopo.
Kaca depan, pagar dirusak saat aksi unjuk rasa. Begitupula meja anggota DPRD dibalik demonstran. Nampak tembok penuh coretan.
Video beredar, massa nampak melempari kantor DPRD Palopo. Juga menarik pagar masuk ke halaman kantor DPRD. Beberapa polisi mengalami luka akibat terkena lemparan batu. Seorang jurnalis dilaporkan terkena serpihan kaca.
Sepuluh hari lalu tepatnya Jumat (22/8/2025), Wali Kota Palopo Naili – Akhmad Syarifuddin menghadiri rapat paripurna penetapan persetujuan bersama Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kota Palopo tahun anggaran 2025.
APBD Tahun anggaran 2025 ditargetkan sebesar Rp1 Triliun lebih. Kantor DPRD Palopo dirusak setelah pasangan Naili – Akhmad 28 hari memimpin Palopo.
Pasangan Naili – Akhmad dilantik menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo pada 4 Agustus 2025. Wali Kota Palopo, Naili Trisal, mengimbau kepada seluruh peserta aksi agar melaksanakan kegiatan dengan tertib, damai, dan menjunjung tinggi etika, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Palopo.
Wali Kota menekankan pentingnya mengedepankan nilai persaudaraan dan kebersamaan dalam menyampaikan aspirasi.
“Demonstrasi adalah hak demokratis setiap warga negara, namun harus dilakukan dengan cara yang santun, damai, dan tidak merugikan masyarakat lain,” ujar Naili.
Aspirasi masyarakat adalah bagian penting dari pembangunan daerah, sehingga pemerintah kota selalu membuka ruang dialog dan komunikasi yang sehat.
“Mari kita jaga Palopo sebagai rumah besar kita bersama. Suara rakyat adalah energi untuk perubahan yang lebih baik, dan kami akan selalu mendengarkan dengan hati yang tulus,” ujarnya.(egg)

Leave a Reply