Konflik di Lautan Bulukumba Makin Memanas, Nelayan Tradisional Dilempari Batu

TRADISIONAL. Aktivitas nelayan tradisional di Kabupaten Bulukumba. Kini mereka semakin tersisihkan lantaran aktivitas nelayan jaring yang mulai masuk ke wilayah tangkap mereka. Foto: HO. Tribun Timur.

TRADISIONAL. Aktivitas nelayan tradisional di Kabupaten Bulukumba. Kini mereka semakin tersisihkan lantaran aktivitas nelayan jaring yang mulai masuk ke wilayah tangkap mereka. Foto: HO. Tribun Timur.

KLIKSANDI.COM, Bulukumba — Nelayan tradisional di Bulukumba kerap mendapat perlakuan yang tidak baik dari sejumlah nelayan kapal jaring. Konflik di lautan Bulukumba inipun terus berkepanjangan. Bahkan, seorang nelayan asal Bulukumba sempat disandera, lalu kemudian dilepaskan kembali.

Kasus terakhir terjadi Minggu, 24 Agustus malam. Lima nelayan tradisional di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, diserang kapal jaring saat melaut. Insiden itu bermula ketika mereka menegur kapal jaring yang masuk ke wilayah tangkap tradisional, tak jauh dari garis pantai.

Teguran itu berbalas kekerasan. Menurut rekaman amatir yang beredar, kapal jaring melempari nelayan dengan batu dan mengacungkan senjata tajam.

“Ada sekitar empat kapal, masing-masing tujuh orang. Kami saat itu ada sepuluh perahu, semua dilempari,” kata Ato, seorang nelayan, Senin (25/8).

Seorang nelayan sempat disandera. Namun, sore harinya ia dilepaskan bersama perahunya. Beruntung tak ada korban luka.

Keesokan harinya, puluhan nelayan mendatangi kantor desa Situbaru, Kecamatan Ujung Bulu. Mereka meluapkan amarah dan menuding pemerintah daerah tak serius mengawasi laut.

“Tidak ada perlindungan dari Pemerintah Bulukumba, hanya janji-janji manis. Padahal penyerangan ini sudah berulang kali kami alami,” ujar Ato.

Aturan sebenarnya jelas. Dinas Perikanan Kabupaten Bulukumba melarang kapal jaring beroperasi kurang dari 12 mil laut dari bibir pantai. Namun, implementasi aturan itu lemah. Nelayan kecil yang hanya mengandalkan pancing sederhana terus tersisih dan terancam keselamatannya.

Hingga berita ini ditulis, Dinas Perikanan Bulukumba belum memberikan keterangan resmi.(egg)

Leave a Reply