KLIKSANDI.COM, Soppeng — Bupati Soppeng, Suwardi Haseng mengaku senang dengan adanya penemuan benda purba di wilayahnya. Artefak yang ada di situs Calio berusia 1,5 juta tahun itu dianggap sebagai bukti bahwa Soppeng menjadi daerah yang telah lama di huni manusia.
Ia mengikuti sesi konfrensi pers penemuan artefak, hingga memantau langsung titik penggalian di Situs Calio. Dia mencari tahu artefak-artefak itu dan banyak bertanya kepada para profesor arkeolog yang meneliti di kawasan itu.
Pada sesi Konfrensi Pers, Suwardi mengaku senang dengan temuan itu. Saking semangatnya, dia sempat menawarkan bantuan kepada para peneliti itu. Dia menawarkan bantuan alat berat untuk membantu para peneliti melakukan penggalian.
Tetapi para peneliti langsung menolak tawaran bantuan itu. Mereka menyebut, alat berat malah akan merusak situs itu.
“Tidak bisa pak, nanti artefaknya malah rusak,” kata Budianto Hakim koordinator peneliti dari BRIN yang kemudian disambut tawa orang-orang di sekitar situs.
Budianto hanya meminta, sebagian area penggalian Situs Calio diberi pelindung dan papan bicara agar tetap aman. Sebab situs berada persis di tengah ladang jagung yang dikelola warga setempat.
“Sebab setelah dipublikasikan begini pasti nanti akan ramai, orang-orang yang penasaran akan datang melihat,” imbuhnya.
Suwardi mengatakan pemkab mendukung sepenuhnya upaya para ilmuwan menemukan jejak manusia purba di Bumi Latemmamala, julukan Soppeng. Termasuk perlindungan kawasan Situs Calio.
Awalnya, Suwardi tak mengetahui jika ladang jagung lokasi penggalian situs merupakan aset pemkab. Ia baru mengetahui saat berkunjung ke situs.
“Lebih bagus lagi karena ini ternyata sudah jadi aset kita. Kami jadi bisa leluasa memberi perhatian dan melindungi sitis ini,” ucap dia.
Sekedar diketahui, peneliti menemukan tujuh artefak batu yang terkubur sedimen di Situs Calip, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng. Situs ini berusia 1,5 tahun menjadi bukti keberadaan manusia purba di Soppeng.
Temuan artefak ini kemudian memunculkan misteri baru. Temuan ini menjadi awal informasi baru untuk para ilmuwan tentang keberadaan manusia zaman batu (paleolitik) di Pulau Sulawesi, Kawasan Wallacea.
“Ini temuan yang sangat spesial sebagai bukti kehadiran hominin tertua di Sulawesi. Dulu tertua berasal dari Situs Talepu dan kini kita menemukan yang jauh lebih tua,” ujar Arkeolog Universitas Griffith Australia Prof Adam Brumm pada konfrensi pers di Museum Villa Yuliana, Kabupaten Soppeng, Kamis (7/8/2025).
Temuan peneliti yang dikomandoi ilmuwan BRIN Budianto Hakim, penting bagi manusia di seluruh dunia. Sekedar diketahui, sejauh ini, situs tertua hominins atau manusia purba tertua di Indonesia ditemukan di Pulau Jawa.
“Ini menjadi sejarah penting manusia, spesies kita. Bukan cuma penting untuk Sulawesi atau Indonesia, tapi semua manusia di dunia,” paparnya.(egg)

Leave a Reply