KLIKSANDI.COM, Toraja — Babi bagi masyarakat Toraja adalah salah satu ternak yang paling mendapat perhatian masyrakat. Tidak hanya untuk kebutuhan konsumsi, babi juga menjadi persembahan untuk acara adat Toraja, baik Rambu Solo’ maupun Rambu Tuka’.
Jika biasanya hewan dijual berdasarkan berat badannya, tapi di Toraja berbeda. Masyarakat Toraja memiliki cara tersendiri untuk mengukur berat badan Babi. Faktor penentu harga babi adalah ukurannya, usianya, serta kondisinya atau tumbuh kembangnya.
Cara menentukan ukurannya dengan cara memeluk objek babinya, khususnya pada lingkar dada. Setiap ukuran babi juga memiliki nama masing-masing. Penamaan ukurannya berdasarkan anggota badan dari tangan hingga dada manusia.
“Ada banyak itu istilahnya ukuran-ukuran babi,” kata peternak dan juga pedagang babi di Tana Toraja, Ambek Pamaru’ seperti dilansir tribunnews.
Babi sudah bisa diperjualbelikan sejak usia 1 bulanan. Itu sudah jadi bibit babi untuk dikembangkan. Berikut ini adalah daftar istilah ukuran babi bagi masyarakat Toraja.(egg)
- Ma’piak, ukurannya kira-kira 80 cm
- Dua susu = 90 cm
- Sang Metere = 100 cm/1 meter
- Sang pe’padian = 105-110 cm
- Ma’polo = 120 cm
- Sumpu da’dak = 60 cm
- Sang susu = 70 cm
- Sang siku = 120 cm
- Sang bussukan ponte = 130 cm
- Sang lengo = 140 cm
- Sang pala’ = 150
- Sang da’pa = 160

Leave a Reply