Indonesia Kirim 10 Ribu Ton Beras untuk Palestina

Serangan Israel

Bendera Palestina.

KLIKSANDI.COM, Jakarta Indonesia sejauh ini telah mengirim 4.400 ton beras untuk Palestina. Jumlah itu akan terus bertambah. Targetnya, 10 ribu ton beras Indonesia akan dikirim ke Palestina sebagai bentuk bantuan untuk membantu korban genosida yang dilakukan Israel di sana.

“Kami akan mengirimkan bantuan makanan 10 ribu ton beras dalam waktu dekat ke Palestina,” kata Menteri Luar Negeri Sugiono dalam sambutannya pada acara Aksi Akbar Selamatkan Gaza yang digelar di Monas, Jakarta Pusat, Ahad, 3 Agustus 2025.

Ia menuturkan sebanyak 4.400 ton bantuan logistik telah dikirimkan pemerintah Indonesia sebagai wujud nyata terhadap rakyat Palestina. “Namun, perjuangan ini belum selesai. Masih banyak yang harus dan akan kami lakukan,” tuturnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ribuan peserta aksi damai mulai memadati area dalam Silang Monas Selatan sejak pukul 06.30 WIB. Peserta dengan rentang usia dari anak-anak hingga lansia tampak berbondong-bondong datang mengenakan pakaian hitam dan putih.

Mayoritas peserta tampak membawa bendera negara Palestina serta atribut lain, seperti syal dan banner, untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap masyarakat Palestina.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon turut hadir pada kesempatan yang sama. Ia juga menyoroti wacana pengiriman bantuan 10 ribu ton beras untuk rakyat Palestina. Meski begitu, ia mengatakan pemerintah belum menjadwalkan tanggal pasti pengiriman. “Yang pasti sesegera mungkin,” ucapnya.

Lebih dari 100 ribu anak Palestina di Jalur Gaza yang berusia di bawah dua tahun, termasuk 40.000 bayi di bawah satu tahun, terancam tewas massal di tengah kekurangan parah susu formula dan suplemen gizi. Hal ini seperti dilaporkan Kantor Media Pemerintah di Gaza pada Sabtu, 26 Juli 2025.

Seperti dilansir Antara dan Middle East Eye, kantor tersebut menggambarkan situasi di Gaza sebagai “pembantaian perlahan”. Mereka menuduh Israel sengaja membuat anak-anak Gaza kelaparan melalui blokade dan penutupan semua perlintasan perbatasan yang terus berlanjut.

Menurut kantor itu, para ibu terpaksa memberi bayi-bayi mereka air putih selama berhari-hari karena tidak ada susu formula. Sementara rumah sakit dan pusat kesehatan menyaksikan peningkatan kasus kekurangan gizi akut dan yang mengancam jiwa setiap hari.

Statistik terbaru menunjukkan bahwa 11,5 persen anak-anak menderita malnutrisi akut berat, angka yang dianggap katastrofik menurut standar kesehatan global.

Kelompok-kelompok bantuan memperingatkan bahwa angka-angka tersebut kemungkinan besar meremehkan jumlah korban sebenarnya, mengingat runtuhnya sistem layanan kesehatan dan pemantauan di sebagian besar Gaza.(egg)

Leave a Reply