2.272 Kasus Stunting di Toraja Utara, Pemerintah Tak Mampu Tangani Maksimal

ilustrasi stunting

ilustrasi stunting

KLIKSANDI.COM, Rantepao — Pemerintah Kabupaten Toraja Utara rupanya kesulitan menangani kasus stunting di wilayahnya. Data terbaru, tercatat ada 2.272 anak yang mengalami stunting di daerah itu.

Data itu berdasarkan catatan DP3AP2KB dan data EPPGBM-SKI Toraja Utara per Februari 2025. Dari jumlah itu,kecamatan dengan jumlah kasus tertinggi di antaranya: Sadan 218 kasus, Buntupepasan 205 kasus, dan Sopai 178 kasus.

Sementara itu, Dinas Kesehatan mencatat dari 28 Puskesmas di Toraja Utara, terdapat 25 desa (lembang) yang masuk kategori tertinggi kasus stunting berdasarkan data Februari 2025.

Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong berharap seluruh unsur pemerintahan hingga ke tingkat desa aktif berperan menekan angka stunting. Terutama dengan dukungan program dari pemerintah pusat, kementerian, dan Pemprov Sulsel.

Dia mengakui, upaya penurunan angka stunting di Toraja Utara dinilai belum menunjukkan hasil signifikan. Berdasarkan data terbaru, prevalensi stunting hanya turun 1,1 persen dalam setahun terakhir.

Frederik menyebut penurunan angka stunting dari 34,1 persen pada 2023 menjadi 28,7 persen di 2024, lalu hanya menjadi 27,6 persen di 2025. Belum cukup menggembirakan.

“Penurunan ini tidak signifikan. Kurangnya kolaborasi hingga ke tingkat desa jadi salah satu penyebabnya,” tegasnya.

Frederik mengingatkan bahwa penanganan stunting bukan semata tanggung jawab Dinas Kesehatan atau DP3AP2KB Toraja Utara, melainkan seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat.

Ia pun menyatakan kesiapannya menjadi orang tua asuh bagi anak-anak stunting di wilayahnya.

“Kalau ada dua atau tiga anak, saya siap dampingi. ASN dan seluruh pemangku kepentingan juga harus ambil bagian, baik bantuan materi maupun nonmateri,” ujarnya.(egg)

Leave a Reply