Viral di Medsos! Warga Manuju Gowa Diteror Kelompok Bertopeng, Kapolsek: Hoaks!

Ilustrasi: teror kelompok bertopeng di Gowa

Ilustrasi: teror kelompok bertopeng di Gowa

KLIKSANDI.COM, Gowa — Warga Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa kembali diresahkan dengan isu kelompok bertopeng yang meneror warga. Kabar ini menyebar melalui media sosial dan semakin meresahkan warga sekitar.

Dalam unggahan tersebut, kelompok bertopeng ini dituduh melakukan berbagai tindakan kriminal. Mereka melakukan pencurian hingga percobaan pelecehan terhadap perempuan yang tinggal seorang diri di rumah.

Disebutkan pula bahwa mereka masuk ke rumah warga melalui jendela, pintu, dan bahkan atap rumah saat malam hari, ketika penghuni rumah tertidur lelap.

Unggahan itu turut menyebut bahwa aksi kelompok tersebut sudah terjadi selama sepekan terakhir dan pada Senin malam, 21 Juli, ada tiga orang tak dikenal yang sempat dikejar warga di kawasan Tanakaraeng.

Kapolsek Manuju, Ipda Ibnu Mas’ud seperti yang dilansir Herald.id menyebut isu itu sengaja disebarkan di media sosial oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Sejauh ini, kata dia, tidak ada laporan yang masuk terkait kasus itu. Bahkan, pihaknya juga telah melakukan penelusuran di lapangan mengenai informasi tersebut, tapi hasilnya masih simpang siur.

“Kami dari Polsek Manuju mengklarifikasi terkait isu manusia bertopeng yang ramai diperbincangkan di media sosial, setelah kami melakukan serangkaian penyelidikan di lapangan. Gak ada satupun kejadian di Kecamatan Manuju. Kami sudah telusuri semua,” kata Ipda Ibnu Mas’ud.

“Tidak pernah ada kejadian pencurian, pelecehan atau pemerkosaan yang dilakukan oleh manusia bertopeng di wilayah Kecamatan Manuju,” lanjutnya.

Ia menilai kabar yang beredar di media sosial tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya dan berpotensi menimbulkan keresahan yang tidak perlu di masyarakat.

“Tidak pernah ada warga Kecamatan Manuju yang melihat, mengejar ataupun menangkap manusia bertopeng. Hanya berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan di sejumlah wilayah dan berkoordinasi dengan kepala desa setempat untuk menindaklanjuti isu ini.

“Dari minggu lalu saya sampaikan kepada semua kepala desa untuk menghimbau warganya,” tuturnya.

Menurutnya, isu kelompok bertopeng ini bukan kali pertama mencuat, dan sebelumnya juga sempat muncul di wilayah Bungaya, Kabupaten Gowa.

Ibnu Mas’ud meminta warga agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terlebih jika hanya beredar di media sosial tanpa laporan resmi.

“Oleh karena itu kami menghimbau kepada semua warga Kecamatan Manuju agar tetap tenang, jangan terprovokasi atas setiap isu pemberitaan yang belum pasti kebenarannya namun tetap waspada dan berhati-hati,” imbuhnya.

Pihaknya juga meminta warga untuk segera melapor ke polisi apabila melihat atau mengalami langsung kejadian mencurigakan agar dapat segera ditindaklanjuti secara hukum.

“Kami akan selalu berkomitmen menjaga harkamtibmas di wilayah Kec. Manuju dengan tetap melakukan patroli rutin terutama pada malam hari,” tuturnya.

Diketahui, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gowa tengah menyelidiki dugaan teror oleh sekelompok pria bertopeng yang meresahkan warga di Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. South Sulawesi tourism

Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Bahtiar, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti informasi tersebut dengan menurunkan unit Jatanras untuk menyelidiki.

“Saya sudah perintahkan unit Jatanras melakukan penyelidikan dan memastikan informasi tersebut,” ujarnya kepada Herald Sulsel, Jumat 4 Juli 2025.

Diketahui, aksi dugaan teror ini telah berlangsung sejak awal Juni 2025. Kehadiran para pelaku bertopeng membuat warga merasa tidak aman, terutama saat malam hari.

Menurut informasi yang diterima, para pelaku muncul secara tiba-tiba di lingkungan warga, mendobrak pintu rumah, dan diduga bersembunyi di hutan atau kebun warga saat siang hari.

Salah satu warga yang juga adalah Satpol PP di Desa Buakkang, Hamsah Daeng Paerang mengatakan, setelah informasi teror beredar, kali para pria bertopeng tersebut terlihat di Desa Buakkang. South Sulawesi tourism

Menurut Hamsah, para pelaku bahkan sempat mendobrak dua rumah warga saat beraksi di malam hari.

Belum diketahui motifnya, juga apakah ada barang yang hilang dari lokasi tersebut.

Hamsah mengaku belum mengetahui apakah kejadian ini sudah dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian, namun warga sudah mulai waspada dan cemas akan kemungkinan terburuk.

“Saya belum tau bilang apakah ada yang sudah sampaikan ke Binmas. Tapi warga di sini was-was. Karena jangan sampai makan korban,” jelasnya.

Di lokasi itu, pria bertopeng itu juga muncul mendobrak rumah warga pada malam hari. Namun, warga tak berani membuka pintu.

Bahkan mereka mengambil bahan pokok seperti beras milik warga yang disimpan di rumah kebun, sehingga menimbulkan rasa takut untuk kembali ke kebun.

“Iye, kan cerita yang beredar di Panyambeang dulu. Mereka terlihat juga bawa parang,” tukasnya.

Ketakutan warga kian meningkat karena pelaku selalu muncul tiba-tiba dan menghilang tanpa jejak.

Lingkungan sekitar yang dikelilingi hutan dan ladang jagung menyulitkan pelacakan karena pelaku juga bersembunyi dan berpindah-pindah tempat.

“Sekarang tidak ada yang tau di mana mereka sembunyi. Susah diketahui, karena kan di sini dikelilingi juga ladang jagung sama hutan. Mereka kabur ke sana. Kayanya memang harus ada tindakan, jangan sampai ada korban,” tuturnya.(egg)

Leave a Reply