KLIKSANDI.COM, Kuala Lumpur — Thailand dan Kamboja sepakat mengadakan perundingan di Malaysia pada Senin (28/07) guna menegosiasikan akhir konflik yang telah berlangsung selama empat hari.
Delegasi Thailand pimpinan Pelaksana Tugas Perdana Menteri Phumtham Wechayachai. Pemerintah Thailand mengatakan telah diberitahu oleh Malaysia bahwa delegasi Kamboja pimpinan Perdana Menteri Hum Manet juga akan hadir.
Setidaknya 33 tentara dan warga sipil tewas. Adapun ribuan warga negara Thailand dan Kamboja telah mengungsi sejak pertempuran di perbatasan pecah pada 24 Juli.
Pada Sabtu (26/07), Presiden AS Donald Trump menghubungi pemimpin kedua negara untuk mendesak gencatan senjata.
Di platform media sosial, Truth Social, Trump membuat unggahan bahwa kedua negara “telah sepakat untuk segera bertemu dan dengan cepat mencapai gencatan senjata dan, pada akhirnya, DAMAI!”
Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, mengatakan negaranya telah menerima permintaan Trump untuk gencatan senjata.
“Saya menjelaskan kepada [Trump] bahwa Kamboja setuju dengan proposal gencatan senjata segera dan tanpa syarat antara kedua angkatan bersenjata,” kata Hun Manet setelah panggilan telepon.
Dia menambahkan mediasi Trump “akan benar-benar membantu melindungi nyawa banyak tentara dan warga sipil”.
Di sisi lain, Thailand mengatakan bersedia mempertimbangkan gencatan senjata, tetapi tetap pada tuntutan sebelumnya bahwa dialog dengan Kamboja harus didahulukan.
Pelaksana Tugas Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayachai, menyatakan “Thailand pada prinsipnya setuju untuk melakukan gencatan senjata. Namun, Thailand ingin melihat niat tulus dari pihak Kamboja,” kata kementerian luar negeri Thailand dalam sebuah pernyataan.
Namun, setelah panggilan telepon presiden AS itu, baku tembak terus berlanjut di sepanjang perbatasan kedua negara, Sabtu (26/07) malam.
Pemimpin Thailand mengatakan bahwa pertempuran sengit antara Thailand dan Kamboja, yang telah menewaskan puluhan orang dan membuat puluhan ribu orang mengungsi, dapat “bergerak menuju perang”.
Peringatan dari Pelaksana Tugas Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayachai, mengemuka ketika pertempuran di perbatasan yang disengketakan memasuki hari kedua.
Di sebuah kompleks olahraga yang telah diubah menjadi pusat evakuasi di Provinsi Surin, Thailand, mayoritas pengungsi adalah anak-anak dan lansia. Mereka mengatakan terguncang oleh serangan roket dan artileri yang mereka saksikan pada Kamis (24/07).
Di Kamboja, sekitar 1.500 keluarga di Provinsi Oddar Meanchey telah dievakuasi. Para pengungsi lanjut usia yang selamat dari pemboman selama Perang Saudara Kamboja tahun 1980-an mengatakan kepada BBC bahwa pertempuran terkini adalah yang terburuk yang pernah mereka alami.
Tidak mau Turunkan Tensi
Menurut militer Thailand, pasukan mereka melepaskan tembakan setelah berhadapan dengan sekelompok tentara Kamboja yang bersenjata lengkap tepat di perbatasan yang disengketakan. Pihak Kamboja mengatakan bahwa pihak Thailand-lah yang melepaskan tembakan terlebih dahulu.
Kini, penduduk di wilayah perbatasan sisi Thailand telah diperintahkan untuk mengungsi. Hal ini menyusul keputusan Thailand untuk mengusir duta besar Kamboja dari Bangkok dan menarik duta besarnya dari Phnom Penh.
Untuk saat ini, kedua negara tampaknya belum siap untuk meredakan ketegangan. Namun, konflik ini sejatinya telah meletus bulan lalu, setelah Pemimpin Kamboja, Hun Sen, mempermalukan Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, dengan membocorkan percakapan telepon mereka tentang perbatasan yang disengketakan.
Tidak ada yang tahu mengapa ia memilih melakukan hal ini. Faktanya, ia telah merusak hubungan dekat antara kedua keluarga yang telah terjalin selama beberapa dekade.
Paetongtarn Shinawatra kemudian diskors sebagai perdana menteri oleh Mahkamah Konstitusi Thailand, dan pemerintahannya yang tidak populer kini tidak bisa terlihat lemah dalam menghadapi Kamboja.
Dampaknya adalah meningkatnya perang kata-kata antara kedua negara, runtuhnya perdagangan perbatasan yang bernilai miliaran dolar, dan meningkatnya risiko bentrokan yang lebih serius antara kedua negara.(egg)

Leave a Reply