KLIKSANDI.COM – Sebuah langkah kecil dari seorang remaja Bulukumba membuktikan bahwa dampaknya bisa sangat besar bagi bumi. Ini adalah kisah tentang Andi Azzaza Amnan Afifah, Winner Duta Remaja Sulawesi Selatan 2025, yang terus menunjukkan komitmennya terhadap lingkungan melalui aksi nyata.
Setelah sukses menanam mangrove di Lantebung, Makassar, Azzaza kembali menggerakkan semangat remaja dengan menanam 100 pohon mangrove di Ekowisata Mangrove Luppung, Bulukumba.
Aksi ini merupakan bagian kedua dari advokasinya yang bertajuk “SATU AKSI, SATU BUMI: Remaja Hijaukan Masa Depan” — sebuah inisiatif yang mengajak para remaja untuk terlibat aktif dalam menjaga lingkungan, dimulai dari hal-hal sederhana.
“Saya sadar bahwa menanam mangrove itu bukan pekerjaan mudah. Harus masuk lumpur, panas-panasan, dan benar-benar butuh tenaga. Karena itu, saya sangat bangga dan tersentuh dengan semangat teman-teman yang ikut terlibat hari ini. Mereka datang bukan sekadar untuk hadir, tapi untuk berkontribusi langsung menjaga bumi,” ungkap Azzaza.
Pohon mangrove, atau bakau, jauh lebih dari sekadar tanaman pesisir biasa. Akar-akarnya yang kuat berfungsi sebagai penahan abrasi, melindungi daratan dari gelombang laut dan erosi.
Selain itu, hutan mangrove adalah rumah bagi ratusan spesies biota laut, seperti ikan, kepiting, udang, dan burung air, yang menjadikannya ekosistem vital.
Yang tak kalah penting, hutan mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon lima kali lebih banyak dari hutan hujan tropis, menjadikannya pahlawan tersembunyi dalam menghadapi krisis iklim global.
“Bayangkan, satu pohon mangrove bisa menyimpan lebih banyak karbon dari pohon biasa. Artinya, setiap pohon yang kita tanam hari ini adalah tabungan untuk masa depan, tabungan untuk bumi yang lebih sehat. Itu mengapa saya memilih mangrove sebagai bagian awal dari advokasi saya,” jelas Azzaza.
Azzaza tidak sendirian. Ia menggandeng berbagai pihak dalam kolaborasi ini, termasuk:
- Duta Peduli Sosial Sulselbar
- Duta Wisata Kabupaten Bulukumba
- Duta Anak & Forum Anak Bulukumba
- Duta GenRe & Forum GenRe Bulukumba
- Serta para remaja lokal yang peduli dan ingin ikut berdampak positif bagi daerahnya.
Kegiatan ini memberi ruang bagi remaja untuk merasakan langsung tantangan menjaga lingkungan sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap alam sekitar. Bagi Azzaza, gerakan ini bukan hanya tentang menanam mangrove, tetapi juga tentang menanam kesadaran, harapan, dan masa depan.
“Mungkin yang saya tanam hari ini tidak banyak. Hanya seratus pohon. Tapi saya percaya, lewat gerakan kecil ini akan tumbuh lebih banyak ketertarikan dari anak-anak muda lainnya. Kalau satu aksi bisa menggerakkan satu hati, maka bayangkan jika ribuan aksi muncul dari ribuan hati remaja yang peduli,” tambahnya.
“Remaja hari ini akan menjadi pemimpin di masa depan. Kalau sejak sekarang kita terbiasa peduli pada lingkungan, maka kelak kita akan tumbuh sebagai generasi yang tidak hanya cerdas, tapi juga sadar dan tangguh dalam menjaga bumi. Saya ingin aksi ini menjadi pemicu, bukan puncak,” tegas Azzaza.
Advokasi “Satu Aksi, Satu Bumi” adalah perwujudan nyata dari mimpi dan visi Azzaza untuk menjadikan remaja sebagai agen perubahan. Melalui kampanye lingkungan yang berkelanjutan, ia ingin menciptakan ekosistem remaja sadar lingkungan di Sulawesi Selatan—dimulai dari tanah kelahirannya, Bulukumba, yang dikenal sebagai Butta Panrita Lopi, tanah para pelaut bijak.
“Saya tidak ingin gerakan ini berhenti di satu hari. Saya ingin ini jadi gerakan panjang. Dan saya yakin, selama ada satu remaja yang berani bergerak, maka bumi masih punya harapan,” tutupnya.
Aksi inspiratif dari Andi Azzaza Amnan Afifah ini membuktikan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk berkontribusi besar bagi lingkungan. (*)

Leave a Reply