KLIKSANDI.COM, Bantaeng — Sudah lima hari setelah banjir melanda Kabupaten Bantaeng, sejumlah warga korban banjir Bantaeng mengaku sulit mengakses bantuan pemerintah. Bahkan ada yang mengaku belum mendapatkan bantuan. Termasuk di Jalan Kayangan yang merupakan salah satu lokasi titik banjir terparah di Bantaeng.
Warga korban banjir Bantaeng menyampaikan keluh kesahnya di media sosial. Salah satunya adalah warga dengan nama akun @muhammad savei. Akun yang memiliki 3,3 ribu pengikut itu mengaku sebagai orang Jalan Kayangan. Lokasinya tidak terlalu jauh dari dapur umum bencana banjir yang ada di samping Perpustakaan Jalan Elang, Bantaeng.
“Kami yang terdapat banjir warga garegea/lorong sunyi/kayangan.tdk pernah merasakan bantuan yang seperti masuknya bantuan dari posko,” tulis akun itu.
Akun itu menyebut jika selama ini, warga hanya mendapatkan bantuan makanan dari dapur umum. Tetapi, warga kini membutuhkan bantuan lainnya seperti peralatan dapur dan selimut. Menurutnya, sebagian besar peralatan dapur warga di kawasan itu rusak akibat banjir.
“tolong laa turun liat sendiri bagaimana kondisi di sekitar pinggir tanggul.ada juga beberapa rmh sudah kehilangan alat² dapurnya..cuma menyampaikan juga sedikit keluhan ² yang terdapat banjir…..,” tulisnya lagi.
Status ini mendapat respons dari para netizen lainnya. Salah satunya ditulis oleh @wahyuni kaila nurjannah. Dia juga membenarkan kondisi itu. Dia menyebut, kondisi rumah warga korban banjir Bantaeng kini memang memprihatinkan.
“Ijin kaka Sedikit jg buka suara,Seperti Hal nya Sm Mama mertuaku yg kondisi rmh nya sangat memprihatinkan.. smpai mesin cuci sj bisa terbawa arus kasian,tabung gas dn alat2 dapur terbawa arus banjir. Smpai saat in sj belum bersih itu rmh dr LUMPUR,” tulisnya lagi.
Netizen lainnya dengan akun @muh saleh juga ikut berkomentar. Dia menyebut penanganan bantuan korban banjir Bantaeng sangat amburadul. Dia mengaku tidak mengetahui bantuan yang masuk ke posko penanganan bencana disalurkan kemana.
“Penanganan yang sangat amburadul kalo bgini harus di kritik demi kebaikan masyarakat bantaeng apakah di simpang ataukah di bawah pulang kita hanya berasumsi karna fakta di lapangan penanganan tidak tepat sasaran jangan sampai mengambil keuntungan di balik penderitaan kawan kita yg. Terdampak banjir karna harapan para dermawan pastinya ya harus tepat sasaran toh maaf kalo saya salah,” tulisnya.
Ada pula netizen @Andhy Afriandhy yang mengaku baru satu kali mendapatkan bantuan makanan dari dapur umum. “Saya beli sendiri ka indomie , ka kalau nasi dari dapur depan mau di tunggu membagi tdk makan mi orang , selama sudah banjir 1 kali ja dapat nasi tentara itu hari yg kasi ka,” tulisnya.
Informasi yang beredar, bantuan makanan dari dapur umum untuk korban bencana di Bantaeng dikendalikan melalui RT setempat. Mereka yang mendapatkan bantuan makanan adalah orang-orang yang mendapatkan rekomendasi dari RT.
Akun @intan Nurfadilla membandingkan bagaimana penyaluran bantuan pada bencana banjir 2020 lalu. Dia menyebut, pada bencana banjir 2020 lalu, semua masyarakat tersentuh bantuan. Jumlahnya pun tidak sedikit.
“Beda waktu banjr 2020 tiap hri bantuan masuk berupa air minum,mie instan , sama nasi kotak …. Ini tidak ada sama skli,” tulis akun itu. “betull.Dlu bxk skli bantuan Masuk,” @jhie Indriati Luph Ryal membalas komentar itu.(egg)

Leave a Reply