Warga Bulukumba Terisolasi akibat Banjir, Buat Jembatan Bambu untuk Keluar Kampung

PUTUS. Warga menggunakan bambu untuk melewati jembatan yang putus di Kampung Bungeng, Bulukumba.

PUTUS. Warga menggunakan bambu untuk melewati jembatan yang putus di Kampung Bungeng, Bulukumba.

KLIKSANDI.COM, Bulukumba — Warga di Kampung Bungeng di Kabupaten Bulukumba terisolasi akibat banjir yang melanda daerah itu pada Sabtu, 5 Juli 2025 lalu. Jembatan yang menghubungkan Desa Bialo dan kampung Bungeng patah setelah dihantam batang pohon hanyut.

Jembatan itu adalah satu-satunya akses menuju ibu kota kabupaten. Karena jembatan itu putus, warga di kampung itu berinisiatif membangun jembatan bambu sementara.

“Satu-satunya jembatan ini ke Bulukumba dan ke kampung kami pak,” ujar Kepala Dusun Mattoangin, Amraf, Selasa (8/7/2025).

Saat ini warga terpaksa menggunakan tangga bambu setinggi kurang lebih 6 meter. Warga dituntut ekstra hati-hati saat menaiki atau menuruni tangga karena rawan terjatuh.

Mereka bergotong royong membangun jembatan darurat, dari anak SD, remaja, hingga ibu-ibu. Mereka mengangkat pasir, menata selang air, mengaduk semen, memasang campuran, dan mengangkat batu sungai.

“Harapan kami semoga cepat selesai agar ada akses kami,” kata Mirawati, warga setempat.

Warga berharap pemerintah membangun jembatan permanen karena jembatan ini sudah dua kali patah diterjang banjir bandang yaitu pada 2006 dan Sabtu (5/7/2025). Banjir akhir pekan lalu dipicu meningkatnya curah hujan di hulu, seperti Kecamatan Kindang.

Selain merusak jembatan, dua banjir bandang tersebut juga merendam 1.600 rumah di Kelurahan Kassimpureng, Ujung Bulu, serta merusak fasilitas jalan di Kindang.

Pagi tadi, petugas Dinas PU Provinsi dan Kabupaten telah mengukur kondisi jembatan Bungeng dan akan melaporkannya ke Pemprov dan Pemkab Bulukumba.

“Pemerintah hadir secara teknis, masyarakat di sini memang miliki aksi gotong royong yang cukup kuat,” ujar Kabid Humas Infokom Pemkab Bulukumba, Andi Ayatullah.(egg)

Leave a Reply