Pria di Sinjai Selamat dari Banjir Setelah 3 Jam Panjat Pohon Kelapa

KLIKSANDI.COM, SINJAI — Seorang pria di Sinjai selamat dari maut setelah tiga jam bertahan di atas pohon kelapa. Pria itu nekat memanjat pohon kelapa saat banjir bandang melanda.

Pria itu diketahui bernama Asri. Dia bekerja sebagai peternak di Sinjai. Saat banjir melanda, dia sedang menggembala ternaknya.

Asri baru sadar saat banjir bandang terjadi. Tidak ada tempat ketinggian di sekitar lokasi dia menggembala ternaknya. Pilihannya adalah pohon kelapa. Dia lalu memanjatnya sekuat tenaga. Di atas pohon kelapa itu, dia bertahan selama tiga jam, sampai air benar-benar surut.

Hal itu terjadi di Dusun Waetuo, Desa Lasiai, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai. Pada Sabtu (5/7) sekitar pukul 09.00 Wita, banjir bandang tiba-tiba terjadi. Ketinggiannya mencapai 5 meter. Jika Asri turun dari pohon kelapa itu, dia dipastikan hanyut.

Kapolres Sinjai AKBP Harry Azhar Hasry membenarkan kejadian itu. Setelah air menjelang surut, Asri kemudian turun dari pohon kelapa. Saat ini, kondisi Asri dilaporkan dalam keadaan baik.

“Asri beternak sapi di dekat sungai Appareng, Desa Lasiai. Pada saat hujan deras dia pergi melihat ternaknya itu, berselang beberapa saat datang banjir,” kata Harry.

Camat Sinjai Timur Andi Saoraja Arie Lesmana juga membenarkan kejadian itu. Dia menyebut, aksi Asri menyelamatkan diri itu sempat difoto oleh warga. Foto itu kemudian beredar di media sosial.

Dia mengatakan, warganya saat itu tengah berupaya menyelamatkan ternak sapinya ke area aman, sekitar persawahan yang tidak jauh dari bantaran sungai. Namun, melihat luapan sungai semakin meningkat, mengancam keselamatannya sehingga memanjat pohon kelapa.  

“Benar, warga tersebut saat itu sementara urus sapinya. Melihat air semakin tinggi sehingga warga tersebut naik ke pohon kelapa menyelamatkan diri,” ujar Andi Saoraja Arie. 

Lanjut Andi Saoraja, pihaknya memastikan warga tersebut saat ini sudah berada di rumahnya. 

“Informasi dari Pak Danramil warga yang dimaksus sudah berhasil kembali ke rumahnya,” Jelasnya. 

Banjir terjadi di hampir seluruh wilayah di Kabupaten Sinjai, Sabtu 5 Juli 2025. Tidak hanya banjir, bencana longsor juga terjadi di Sinjai. Akses jalan penghubung antara Kabupaten Sinjai dengan Kota Malino, Kabupaten Gowa terputus, Sabtu, 5 Juli 2025, dini hari. Dua orang warga sekitar dilaporkan terluka akibat tertimpa longsoran itu.

“Itu jalan terputus dan tidak bisa dilewati di Kompang, Desa Gantareng. Harus turunkan alat berat untuk evakuasi material longsor,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sinjai, Budiaman

BPBD Sinjai juga masih melakukan upaya untuk menghitung kerusakan dari bencana itu. Tidak hanya longsor, beberapa titik di Sinjai juga dilaporkan mengalami banjir.

Banjir terjadi di Kecamatan Sinjai Utara yang merendam Kelurahan Balangnipa, Bongki, Lappa, dan Biringere. Banjir juga terjadi di Desa Panaikan, Kecamatan Sinjai Timur Desa dan Desa Puncak, Kecamatan Sinjai Selatan.

“Hampir semua kecamatan ada banjir. Kalau longsor terjadi di Desa Kanrung, Desa Gantareng, dan Desa Biji Nangka,” pungkas Budiaman.(egg)

Leave a Reply