KLIKSANDI.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Enrekang, menanggapi polemik yang muncul setelah istri Bupati Enrekang, Ratnawati Muchlis, memamerkan momen pelesiran ke Stadion Santiago Bernabeu, Spanyol, di media sosial.
DPRD meminta agar Ratnawati lebih selektif dalam memposting kegiatannya selama melakukan plesiran keluar negeri.
“Sebenarnya bagaimana, dilema juga. Di sisi lain saya tahu persis kegiatan ibu bupati (Ratnawati) itu adalah kegiatan pribadi dari perusahaan tetapi itulah kondisi (banyak kritik dari publik),” ujar Wakil Ketua DPRD Enrekang, Abdurrachman Zulkarnain, kepada awak media, Jumat (4/7/2025) kemarin.
Abdurrachman menjelaskan bahwa kegiatan seorang pejabat publik, termasuk istri bupati, sangat rawan dikritik. Ia pun meminta Ratnawati lebih hati-hati karena kini menjadi pusat perhatian masyarakat.
“Masyarakat secara umum tidak akan paham yang begitu-begitu. Tetapi itulah kondisi, nda bisa juga dipisahkan pribadi dan jabatan publik sehingga public figure seperti kami ini sudah melekat, tutur kata, tingkah laku kita memang gimana ya harus hati-hati,” katanya.
Selektif Posting Konten dan Pisahkan Akun Pribadi-Publik
Politisi PAN ini juga mengingatkan setiap pejabat publik agar lebih bijaksana dalam memposting setiap kegiatannya, terutama jika berpotensi menimbulkan spekulasi di masyarakat.
“Kita tahu beliau memposting video untuk kegiatan Festival PKK tapi mungkin perlu lebih selektif dan bijaksana lagi untuk memposting kegiatan. Bisa juga dengan memisahkan kegiatan di akun pribadi dan akun sebagai pejabat publik sehingga lebih profesional,” bebernya.
Sebelumnya, video Ratnawati Muchlis yang pamer pelesiran ke Stadion Santiago Bernabeu, Spanyol, sempat viral di media sosial. Pihak Pemerintah Kabupaten Enrekang menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda pribadi.
“Jadi Ibu (Ratnawati) itu yang di video agenda dari perusahaan rekan bisnisnya Ibu,” kata Panitia PKK Festival, Naim Arkananta.
“Saat beliau sedang di Madrid, itu berdekatan untuk acara PPK Festival. Jadi video itu dibuat dari Madrid, Ibu bikin video ajakan untuk semarakkan kegiatan PKK Festival,” tambahnya.
Kontroversi ini menyoroti batasan antara kehidupan pribadi dan status sebagai figur publik, khususnya bagi keluarga pejabat, serta etika dalam penggunaan media sosial. (*)

Leave a Reply