KLIKSANDI.COM, Jakarta – Sejumlah nama calon duta besar di beberapa negara sahabat beredar di media sosial. Salah satu nama yang muncul adalah mantan Menko Kemaritiman Dwisuryo Indroyono Soesilo sebagai calon Dubes Amerika Serikat yang akan berkantor di Washington DC.
Komisi I DPR baru akan menjalankan rangkaian fit and proper test atau uji kepatutan dan kelayakan calon duta besar (Dubes) untuk 24 negara akhir pekan ini. Belum ada konfirmasi resmi terkait dengan kebenaran 24 list nama itu.
Meski demikian, anggota Komisi I DPR, Nico Siahaan saat dikonfirmasi mengakui list 24 calon Dubes RI tersebut memang beredar. Namun, Nico mengaku belum melihat Surat Presiden (Surpres) asli tentang calon-calon Dubes RI.
“Ini yang beredar tapi saya belum lihat surat aslinya,” kata Nico.
Munculnya nama Indroyono Soesilo sebagai calon Dubes AS memang santer beberapa hari belakangan. Pimpinan DPR juga sudah menjawab soal benar atau tidaknya Indroyono Soesilo sebagai kandidat calon Dubes AS yang disetor pemerintah.
“Coba nanti lihat benar atau tidak ya,” kata Ketua DPR RI Puan Maharani.
Puan menyatakan nama-nama calon Dubes RI untuk 24 negara, termasuk AS, bersifat rahasia. Puan membeberkan alasan mengapa nama-nama ini bersifat rahasia.
“Tadi dalam rapat paripurna sudah saya sampaikan bahwa nama-nama bersifat rahasia. Kemudian pembahasannya pun bersifat rahasia. Karena ini menyangkut nama dan terkait dengan integritas dan lain sebagainya,” kata Puan setelah rapat paripurna DPR kemarin.
Berikut daftar lengkap calon dubes RI usulan pemerintah yang beredar di kalangan awak media:
- Judha Nugraha untuk Uni Emirat Arab (Abu Dhabi)
- Yusron Ambari untuk Aljazair (Alger)
- Berlian Helmy untuk Azerbaijan (Baku)
- Hari Prabowo untuk Thailand (Bangkok)
- Abdul Kadir Jaelani untuk Jerman (Berlin)
- Andhika Chrisnayudhanto untuk Brasil (Brasilia)
- Redianto Heru Nurcahyo untuk Slowakia (Bratislava)
- Andi Rachmianto untuk Uni Eropa (Brussel)
- Lukman Hakim untuk Suriah (Damascus)
- Laurentius Amrih Jinangkung untuk Belanda (Den Haag)
- Listyowati untuk Bangladesh (Dhaka)
- Syahda Guruh Langkah Samudera untuk Qatar (Doha)
- Adam Mulawarman Tugio untuk Vietnam (Hanoi)
- Kuncoro Giri Waseso untuk Mesir (Kairo)
- Raden Dato Mohammad Iman Hascarya Kusumo untuk Malaysia (Kuala Lumpur)
- Andi Rahadian untuk Oman (Muscat)
- Okto Dorinus Manik untuk Papua Nugini (Port Moresby)
- Sidharto Reza Suryodipuro untuk PTRI Jenewa
- Umar Hadi untuk PTRI New York
- Gina Yoginda untuk Korea Utara (Pyongyang)
- Imam A’sari untuk Ekuador (Quito)
- Letjen (Purn) Hotmangaradja Panjaitan untuk Singapura
- Nurmala Kartini Sjahrir untuk Jepang (Tokyo)
- Dwisuryo Indroyono Soesilo untuk Amerika Serikat (Washington D.C.(egg)

Leave a Reply