Israel Siap Perang Lagi, Dapat Pasokan Bom senilai Rp8,2 Triliun dari Amerika Serikat

Bom JDAM yang dipasok Amerika Serikat ke Israel. Bom ini dijual senilai Rp8,2 Triliun.

SIAP PERANG LAGI. Bom JDAM yang dipasok Amerika Serikat ke Israel. Bom ini dijual senilai Rp8,2 Triliun.

KLIKSANDI.COM, Washington Amerika Serikat disebut telah memasok bom dalam jumlah yang banyak ke Israel. Pasokan senjata itu dilakukan melalui transaksi senilai USD 510 Juta atau Rp8,2 Triliun.

Israel yang merupakan sekutu dari Amerika Serikat itu diketahui sedang kehabisan amunisi akibat berperang melawan Iran.

Kementerian Luar Negeri AS pada Senin (30/6) mengumumkan Washington menyetujui penjualan senjata senilai US$510 juta atau sekitar Rp8,2 triliun ke Israel.

“Penjualan ini akan meningkatkan kemampuan Israel untuk menghadapi ancaman saat ini dan di masa depan dengan meningkatkan kemampuannya untuk mempertahankan perbatasan, infrastruktur vital, serta pusat populasi,” demikian pernyataan Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan AS (DSCA).

DSCA menjabarkan penjualan ini mencakup 3.845 kit panduan KMU-558B/B JDAM untuk badan bom BLU-109 dan 3.280 kit panduan KMU-572 F/B JDAM untuk badan bom MK 82.

Penjualan ini juga meliputi layanan rekayasa, logistik, dukungan teknis dan kontraktor AS, serta elemen-elemen terkait lainnya.

“Amerika Serikat berkomitmen terhadap keamanan Israel, dan sangat penting bagi kepentingan nasional AS untuk membantu Israel mengembangkan dan mempertahankan kemampuan pertahanan diri yang kuat dan siap,” demikian pernyataan DSCA.

JDAM adalah perangkat yang digunakan untuk mengubah bom konvensional tanpa pemandu (unguided bombs) menjadi senjata presisi tinggi yang dapat dikendalikan menggunakan sistem panduan berbasis GPS atau laser.

JDAM diproduksi oleh Boeing dan memungkinkan bom untuk menyerang target dengan akurasi tinggi, bahkan dalam kondisi cuaca buruk atau dari jarak jauh.

Serangan Israel itu untuk menyetop program nuklir Iran, yang dinilai negara-negara Barat telah nyaris mampu memproduksi senjata nuklir. Iran sementara itu telah menegaskan bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan sipil, bukan memproduksi senjata nuklir.

Serangan Tel Aviv ke Teheran telah merusak situs-situs nuklir Iran, karena dibantu Amerika Serikat dengan menjatuhkan bunker buster. Serangan Tel Aviv juga menewaskan sejumlah ilmuwan nuklir Iran dan para pejabat tinggi militer Teheran.

Iran dan Israel saat ini telah gencatan senjata berkat mediasi AS dan Qatar. Kendati demikian, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah akan mencegah Iran membangun kembali fasilitas nuklirnya, yang belakangan sudah mulai dilakukan Teheran. Konflik keduanya pun bisa jadi meletus kembali.(egg)

Leave a Reply