Preman Berkedok Jukir Merajalela di Makassar, Mengamuk karena Dibayar Rp3 Ribu

Juru parkir

ilustrasi: juru parkir

KLIKSANDI.COM, Makassar Preman berkedok juru parkir semakin merajalela di Makassar. Mereka tidak segan mengamuk kepada orang yang memarkir kendaraan jika tidak mendapat bayaran yang sesuai.

Salah satunya viral di media sosial. Seorang juru parkir (jukir) di Pasar Sentral, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), terlibat cekcok dengan pengendara mobil wanita. Jukir tersebut marah-marah ke pemobil lantaran tidak terima uang parkirnya hanya Rp 3 ribu.

Insiden tersebut terjadi di sekitar kawasan Pasar Sentral Makassar, Kamis (26/6/2025) siang. Perumda Parkir Makassar Raya mengaku telah turun tangan dan memanggil jukir tersebut untuk dipertemukan dengan pihak pelapor.

“Prinsipnya adalah setelah tadi kami panggil jukir yang bersangkutan, saya sudah langsung kasih bicara dengan pelapor dan sudah clear. Bahkan ini jukirnya sudah minta maaf,” kata Humas Perumda Parkir Makassar, Asrul.

Asrul mengatakan pihaknya juga telah memberikan peringatan kepada jukir tersebut. Perumda Parkir Makassar mengancam akan melaporkan jukir ke aparat penegak hukum (APH) jika kembali mengulangi perbuatannya.

“Cuman warningnya itu ketika misalnya saya dapati lagi ini jukir berbuat begitu, kami langsung yang akan melapor ke pihak APH untuk diproses lebih lanjut,” tegasnya.

Sementara dalam unggahan viral di media sosial, pemobil wanita mengaku dimarahi jukir tersebut karena hanya membayar parkir sebesar Rp3 ribu. Kebetulan saat itu, pemobil mengaku hanya memegang uang tunai sebesar Rp 3 ribu.

“Ini tukang parkir yang paling rewa yang pernah saya temui seumur-umur di Makassar. Karena saya singgah sebentar sekali tidak cukup 10 menit, saya punya cash Rp3 ribu, terus dia marah,” tulis pelapor.

Satgas Jukir

Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Terpadu untuk memberantas parkir liar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Satgas akan melibatkan sejumlah instansi pemerintahan terkait, termasuk aparat TNI dan Polri.

Wali Kota Makassar Munafri ‘Appi’ Arifuddin akan menggelar rapat untuk Jukir itu. Dia mengatakan dalam rapat koordinasi tersebut, ada beberapa hal yang menjadi penekanan. Salah satunya, ialah kolaborasi lintas instansi yang disebutnya memiliki porsi masing-masing untuk berperan memberantas parkir liar.

“Ada beberapa hal yang kita bicarakan, ini supaya menjadi satu ini, tidak boleh lagi ada parsial, tidak boleh ada ego sektoral untuk urus parkir ini. Semuanya harus menjadi satu, punya porsi masing-masing untuk menyelesaikan ini,” terangnya.

Appi mengungkapkan, dalam rapat koordinasi juga diungkap bahwa salah satu penyebab munculnya parkir liar karena adanya alih fungsi rumah tinggal menjadi tempat usaha. Dia menyebut, alih fungsi rumah tinggal biasanya tidak memiliki fasilitas parkir yang memadai.

“Disampaikan ada beberapa alasannya, salah satunya adalah berubah fungsi rumah tinggal menjadi tempat usaha,” jelasnya.

Plt Direktur Utama PD Parkir Makassar, Adi Rasyid Ali (ARA) menambahkan, satgas akan dipimpin langsung oleh Wali Kota Makassar. ARA menjabarkan, permasalahan kemacetan yang ditimbulkan akibat parkir liar ini, tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan menjadi tanggung jawab bersama.

“Kita hanya ada satu solusi, adalah kolaborasi, dan dengan adanya Satgas, PD Parkir ini harus ada kolaborasi antara PD Parkir, PTSP, Tata Ruang, TNI-Polri, Dinas Perhubungan untuk menerbitkan apapun itu persoalan kemacetan, soal perparkiran di Kota Makassar. Bukan tugas satu instansi saja,” ujarnya.(egg)

Leave a Reply