Penyelundupan 30 Kg Sabu dan 2.000 Liquid Vape Narkoba dari Malaysia Digagalkan di Sumut!

Ilustrasi Narkoba

Ilustrasi. Polda Sumut gagalkan penyelundupan 30 kilogram sabu dan 2.000 liquid vape.

KLIKSANDI.COM – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) berhasil mengagalkan penyelundupan 30 Kg Sabu dan 2.000 Liguid Vape Narkoba yang diselundupkan dari Malaysia ke Sumut.

Penyelundupan 30 kilogram sabu dan 2.000 liquid vape yang mengandung narkotika, yang dikirim dari Malaysia melalui perairan Tanjung Api, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Pengungkapan ini bermula dari informasi masyarakat tentang adanya kapal mencurigakan di perairan Asahan. Setelah penyelidikan intensif, tim berhasil menemukan kapal target dan mengamankan tiga pria berinisial AD, IS, dan AM.

“Personel melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan kapal yang dimaksud di perairan Tanjung Api,” terang Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, pada Rabu (25/6/2025).

Modus Operandi Ship to Ship dengan Upah Fantastis

Ketiga tersangka kini telah diamankan bersama seluruh barang bukti. Kombes Calvijn menjelaskan, narkoba tersebut dibawa dari Malaysia dengan modus ship to ship, yaitu pemindahan barang dari satu kapal ke kapal lain di tengah laut sebelum masuk ke wilayah Indonesia.

Para tersangka mengaku dijanjikan upah sebesar Rp90 juta jika berhasil mengantar barang haram tersebut ke Madura.

Pengendali Jaringan Lintas Negara Masih Diburu

Kombes Calvijn juga menyebutkan satu nama yang menjadi buron utama dan diduga kuat sebagai pengendali utama jaringan narkoba lintas negara ini, yaitu GS.

“GS ini sudah banyak DPO-nya. GS merupakan pengendali masuknya narkotika melalui perairan di wilayah kita (Sumatera Utara),” tegas Calvijn. Hingga berita ini diturunkan, GS masih dalam pengejaran pihak berwenang.

Sementara itu, ketiga tersangka bersama seluruh barang bukti sabu seberat 30 kg dan 2.000 liquid vape berisi kandungan obat keras telah ditahan di Mapolda Sumut.

Kombes Calvijn menambahkan bahwa kasus peredaran narkoba ini masih terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh jaringan yang terlibat. (*)

Leave a Reply