Ibu Hamil Dirujuk dari Pangkep ke Lombok; Berlayar 24 Jam, Janin Meninggal Dunia

Ambulans Laut Pangkep

Ambulans Laut Pangkep

KLIKSANDI.COM, Pangkep – Beratnya warga Pangkep mengakses layanan kesehatan yang baik sangatlah susah. Putri Patrisia (22) asal pulau sapuka, Kabupaten Pangkep menjadi salah satu contohnya. Pasien Kegawatan Janin ini harus dirujuk ke RSUD Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Setelah menjalani layanan medis, janin tersebut dinyatakan meninggal di dalam rahim atau Intrauterine Fetal Death (IUFD).

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Selong dr Ahmad Bardan Salam menjelaskan, relawan ambulans dari Pelabuhan Kayangan menjemput pasien, pada Sabtu (14/6/2025). Pasien kemudian dibawa ke RSUD Selong dan sampai sekitar pukul 10.00 Wita.

“Pasien dijemput oleh relawan ambulan diantar dua Nakes bidan dan perawat dengan kondisi fetal distress,” terang Bardan, Senin (16/6/2025).

Selanjutnya pasien mendapat perawatan di IGD dengan pemeriksaan dan USG oleh dokter kandungan. “Janin dinyatakan alami Denyut Jantung Janin (DJJ) sudah tidak ada atau Intrauterine Fetal Death. DJJ negatif kita sampaikan ke ibu dan suaminya,” tambahnya.

Selanjutnya dari pihak rumah sakit melakukan persalinan normal tanpa operasi sebab tidak ada kegawatdaruratan yang perlu ditangani.

“Kita naikkan ke ruang bersalin pada Sabtu itu pukul 23.55 janin lahir dan betul meninggal dalam rahim,” jelas Bardan.

Ia menduga janin meninggal dunia dalam perjalanan apalagi melalui pelayaran selama 24 jam. “Gawat janin tidak bisa nunggu lama,” keluhnya.

Bardan mengakui, pemerintah Lombok Timur dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) sudah ada perjanjian kerja sama pada bidang pelayanan publik.(egg)

Leave a Reply