Jukir Sok Jagoan di Makassar; Mengintimidasi dan Lempar Kuaci ke Penjaga Gerai Es Krim

Jukir sok jagoan

Jukir sok jagoan

KLIKSANDI.COM, Makassar – Aksi premanisme dipertontonkan YD (31) dan SP (32) di Jalan Sunu, Kota Makassar. Kedua orang itu adalah juru parkir ( Jukir ) yang sok jagoan. Dia mengintimidasi penjaga gerai es krim , Mixue. Salah satunya, bahkan melempari penjaga gerai itu dengan kuaci yang dikeluarkan dari dalam mulutnya.

Aksi premanisme ini terekam dalam CCTV. Kedua orang yang bekerja sebagai kurir di depan gerai itu mendadak viral. Tak lama berselang, keduanya langsung ditangkap aparat kepolisian.

Dalam rekaman video yang tersebar, terlihat kedua pria itu memasuki gerai dengan sikap kasar dan memicu ketegangan dengan sejumlah karyawan yang berada di lokasi.

Seorang pria berbaju merah dalam video tampak menunjuk-nunjuk seorang karyawan perempuan dengan nada tinggi. Sementara pria lainnya yang mengenakan baju biru melemparkan sesuatu ke arah staf gerai.

Menurut penuturan Billy (40), pemilik gerai Mixue Sunu, kedua jukir tersebut mengamuk karena tak terima ditegur saat menggunakan toilet toko tanpa izin.

“Awalnya temannya dilarang numpang pakai toilet, karena toiletnya bukan untuk umum. Tukang parkir ini tidak terima dan langsung marah hingga mengancam kami di sini,” kata Billy.

Tak hanya marah-marah, kedua pelaku bahkan mengeluarkan ancaman yang mengarah ke intimidasi, dengan menyebut akan membawa organisasi masyarakat (ormas) untuk mendatangi gerai tersebut.

“Awalnya, keduanya tiba-tiba datang menunjuk dan mengancam akan membawa ormas dari pihak Pemuda Pancasila ke toko miliknya lantaran tersinggung setelah ditegur menggunakan toilet toko,” sebutnya.

Lebih parah lagi, aksi tidak terpuji dilakukan oleh Yusran yang melemparkan kuaci dari mulutnya ke arah wajah salah satu karyawan wanita yang sedang bekerja.

“Terus di situ mungkin emosi pada saat mabuk atau apa karena dia marah-marahnya itu keras sekali bentak-bentak, tunjuk-tunjuk, pukul meja kebetulan di situ merah sekali matanya,” imbuhnya.

Billy menduga, keduanya berada dalam pengaruh minuman keras saat membuat keributan di dalam toko. Selain bersikap kasar, mereka juga terlihat tidak segan-segan mengintimidasi para karyawan yang hanya menjalankan tugas menjaga kenyamanan pelanggan di dalam gerai.

Kejadian ini bukanlah kali pertama yang dialami oleh pihak Mixue Sunu. Billy mengaku sudah beberapa kali menghadapi aksi serupa dari pelaku yang sama maupun jukir liar lainnya.

“Kejadian ini bukan sekali dua kali, tapi sudah berkali-kali. Jadi kami harap institusi terkait bisa segera bertindak,” harapnya.

Ia menyebut, kejadian seperti ini sangat mengganggu operasional usaha serta meresahkan para karyawan yang bekerja dengan rasa takut dan was-was.

Tak tinggal diam, Billy akhirnya memutuskan untuk melaporkan tindakan dua jukir tersebut ke pihak berwajib demi mendapat keadilan dan perlindungan hukum.

“Sudah saya lapor ke Polrestabes (Makassar). Kan itu orang parkir di sana. Kan dia mengaku ormas,” tuturnya.

Tak berselang setelah menerima laporan tersebut, tim opsnal Unit Reskrim Polsek Tallo langsung melakukan penyelidikan dan mengetahui keberadaan terduga pelaku.

“Saya belum tahu apakah anggota ormas. Iya (masih didalami) Yang kami tahu dia jukir di situ, di depan mixue. Tapi betul tadi malam ada kami amankan, namun sudah di Polda Penanganannya,” kata Kapolsek Tallo, Kompol Syamsuardi saat dikonfirmasi Awak Media, Kamis 5 Mei 2025.

Dijelaskan Syamsuardi, kejadian berawal saat pelaku masuk ke toilet namun ditegur oleh karyawan gerai.

“Dia bilang tidak boleh ada orang sembarang (masuk) kencing di situ. Dua orang yang masuk. Dia tersinggung toh, akhirnya dia datangi itu perempuan yang tadi,” imbuhnya.

Tak terima atas teguran tersebut pelaku langsung mengamuk dengan mendobrak meja.

“Satu melempar kuaci yang sudah dimakan ke perempuan itu, satu mendobrak meja, itu yang viral di Medsos. Tidak melapor, tapi kan viral jadi kami amankan untuk mencari kejelasannya,” tegasnya.(eng)

Leave a Reply