KLIKSANDI.COM, Makassar — Pemprov Sulsel melalui surat edaran Disperkimtan Sulsel resmi melarang aktivitas senam dan aktivitas lainnya yang menggunakan pengeras suara di Taman Pakui. Tidak menutup kemungkinan, kedepan taman Pakui akan tertutup untuk publik.
“Sementara fokus pada senam. Namun, ke depan seluruh aktivitas serupa akan ditinjau berdasarkan dampaknya terhadap lingkungan dan warga sekitar,” kata Plt Kepala Disperkimtan Sulsel, Nining Wahyuni.
Bagaimana sebenarnya sejarah pembentukan Taman Pakui Sayang? taman ini direnovasi pada 2016 pada masa pemerintahan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. Ide untuk memperbaiki bangunan ini berawal pada 2013 lalu, saat Syahrul Yasin Limpo melintasi Kompleks PU dan melihat kondisinya yang tergenang air dan taman yang tidak terawat.
Taman yang terletak di pusat Kota Makassar, di Jalan Andi Pangerang Pettarani itu kemudian dirampungkan perencanaannya pada 2015 dan mendapat persetujuan anggaran APBD pada 2016. Taman ini kemudian dibangun dengan anggaran Rp4,6 miliar.
Taman tersebut, semula memiliki dua lapangan tenis dan satu ruang terbuka hijau untuk bermain bola. Taman tersebut juga untuk Salat Id dan upacara. Fungsi ini tetap dipertahankan, termasuk lapangan tenis yang tetap digunakan dan diperbaiki.
Taman seluas satu hektare itu dilengkapi dengan jalur jalan kaki sepanjang 860 meter dan tribun seluas 600 meter persegi, serta ruang bermain untuk anak-anak. Ruang bawah tanah tribun di bangun kantin dan kafetaria.
Lalu kenapa bernama Taman Pakui Sayang? ada banyak asumsi dari nama itu. Kata “Pakui Sayang” itu mirip dengan tagline pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang yang maju di Pilgub Sulsel 2013 lalu.
Kata “Pakui” merujuk pada kata perintah “memaku” yang berkaitan dengan makna coblos pada surat suara dengan paku. Sementara kata “sayang” adalah akronim dari kata Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang.
Tetapi, kala itu, Syahrul Yasin Limpo menyampaikan makna lain dari kata taman Pakui itu. Pada peresmian taman di 2016 lalu, dia menyebut nama Taman Pakui Sayang, merupakan akronim yang terdiri atas Pray (doa), Attitude (perilaku), Knowledge (pengetahuan), Ulet dan Impian.
“Sementara Sayang itu merupakan istilah yang menunjukkan perasaan yang lebih dalam dari cinta,” kata Syahrul, kala itu.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan pembangunan taman itu salah satu wujud kerja nyata Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan Sulsel.
“Bangun terus rahmat untuk rakyat, negara hadir agar hidup rakyat lebih baik,” kata Gubernur Syahrul.(eng)

Leave a Reply