KLIKSANDI.COM, Italia — Target menyamai rekor Ayrton Senna akhirnya gagal. Pembalap McLaren, Oscar Piastri tak mampu mencatatkan empat kemenangan beruntun di balapan Formula 1.
Piastri, yang tampil dari posisi pole, gagal mempertahankan posisi terdepan dan harus puas finis di urutan ketiga di GP Emilia Romagna, yang berlangsung di Sirkuit Imola, Minggu (18/5) malam WIB.
“Saya mencoba yang terbaik dan itu tidak dapat dihindari. Saya pikir Max dan Norris akan terlewati, tapi saya tidak akan menyerah tanpa perlawanan,” kata Piastri dikutip dari laman Formula 1, Senin (19/5).
Pembalap Australia tersebut gagal menjaga catatan impresifnya yang sebelumnya telah mengamankan tiga kemenangan berturut-turut dalam seri grand prix musim ini.
Piastri kalah dari pembalap Red Bull Max Verstappen yang tampil mengejutkan sekaligus mengamankan kemenangan grand prix perdananya musim ini. Dengan kekalahan tersebut, rekor Senna kembali aman dan belum berpeluang untuk disalip.
Meski gagal menyalip rekor Senna, tambahan 15 poin membuat Piastri kini tetap berada di puncak klasemen sementara Formula 1 dengan torehan 146 poin.
Piastri kini unggul 13 poin atas rekan setimnya Lando Norris yang menempati peringkat kedua. Sedangkan Verstappen terus membayangi di peringkat ketiga klasemen sementara dengan raihan 124 poin.
Siapa Ayrton Senna?
Ayrton Senna salah satu sosok legendaris di Formula 1 atau F1 yang pernah menjadi juara dunia. Tiga kejuaraan F1 pernah diraihnya, yakni pada 1988, 1990, dan 1991. Dia diketahui menjadi juara setelah bergabung bersama tim Mc Laren. Tidak mengherankan, Ayrton Senna dikenal sebagai pebalap F1 terbaik sepanjang masa.
Dilansir formula1.com, laki-laki kelahiran 21 April 1960 ini tumbuh dan besar dari keluarga kaya raya asal Brasil. Ketertarikannya dengan dunia balap telah berlangsung sejak berusia empat tahun ketika ayahnya memberikan miniatir go-kart. Pada usia 13 tahun, Ayrton Senna memulai karir balapnya pertama kali dengan mengendarai kart dan langsung menang. Pada 1981, Ayrton Senna mulai mengikuti kompetisi balapan di Eropa dan menang Kejuraan 1600 Inggris, dengan rekor 12 kemenangan dalam 20 balapan.
Pada 1983, Ayrton Senna memenangi kejuaraan Formula 3 Inggris bersama tim Dick Bennets, dengan 13 kemenangan dalam 21 balapan. Pada 1984, Ayrton Senna memutuskan bergabung ke tim Toleman untuk mengarungi musim perdananya di F1. Ayrton Senna sempat beberapa kali pindah tim untuk menemaninya dalam F1.
Akhirnya, bersama dengan McLaren-Honda, Ayrton Senna berhasil menjadi juara pertama sekaligus perdana baginya di F1 musim 1998. Selama enam musim, Ayrton Senna tampil apik bersama McLaren.
Pada 1994, Ayrton Senna memutuskan pindah naungan tim F1 ke Williams. Akan tetapi, tahun tersebut sebagai musim terakhirnya sebagai pembalap. Pada 1 Mei 1994, tragedi mengerikan dialami oleh Ayrton Senna tepatnya di Grand Prix San Marino. Aytron Senna yang tengah mengendarai mobil Williams Renault, secara tak terduga keluar dari Sirkuit Imola dan menabrak dinding beton di tikungan Tamburello.
Dikutip racingnews365.com, pemakaman Ayrton Senna dilaksanakan pada 5 Mei 1994 dan disiarkan langsung di televisi Brasil. Kematiannya memberikan duka mendalam, baik untuk keluarganya maupun dunia olahraga internasional. Bahkan insiden Aytron Senna ditetapkan sebagai tragedi nasional dan pemerintah Brasil mengumumkan tiga hari berkabung.(eng)

Leave a Reply