Ini Dia 12 Suplemen yang Berpotensi Menyebabkan Kerusakan Ginjal

Ilustrasi: Ginjal

Ilustrasi: Ginjal

KLIKSANDI.COM — Gaya hidup modern yang tidak selalu sehat membuat sebagian orang mengandalkan suplemen demi mencukupi kebutuhan nutrisi harian.

Namun, perlu diketahui bahwa tak semua suplemen dan obat aman bagi tubuh, terutama bila dikonsumsi dalam jangka panjang atau melebihi dosis yang disarankan.

Sejumlah suplemen dan obat tertentu bahkan dapat membahayakan organ vital, seperti ginjal. Konsumsi suplemen dan obat berlebihan bisa menyebabkan penumpukan zat beracun yang berisiko merusak fungsi ginjal.

Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi suplemen dan obat dengan hati-hati dan sesuai anjuran tenaga medis. Dikutip dari berbagai sumber, termasuk Medical News Today, Healthline, Cleveland Clinic, dan WebMD, berikut ini adalah 12 suplemen dan obat yang bisa merusak ginjal:

  1. Vitamin C
    Vitamin C memang mendukung sistem imun, tetapi konsumsi berlebihan di atas 2.000 mg per hari dapat meningkatkan pembentukan kristal oksalat.Kristal ini bisa menumpuk di ginjal dan memicu batu ginjal, bahkan kerusakan organ. Risiko lebih tinggi dialami oleh mereka yang punya riwayat penyakit ginjal.
  2. Vitamin D
    Vitamin D mendukung kesehatan tulang, namun jika dikonsumsi dalam jumlah tinggi, bisa menyebabkan hiperkalsemia atau kelebihan kalsium dalam darah. Menurut Dokter Kondisi ini dapat menyebabkan kalsifikasi pada ginjal yang berisiko merusak jaringan organ tersebut.
  1. Kreatin
    Biasa dikonsumsi oleh penggiat kebugaran, kreatin dalam dosis tinggi dapat meningkatkan kadar kreatinin dalam darah. Peningkatan ini bisa membebani fungsi ginjal, terutama jika terjadi dehidrasi atau penggunaan tanpa pemantauan dalam jangka panjang.
  2. Suplemen Herbal
    Beberapa jenis suplemen herbal seperti aristolochia dan akar licorice diketahui bersifat toksik bagi ginjal. National Kidney Foundation bahkan menganjurkan untuk menghindari suplemen herbal, terutama bagi pasien dengan gangguan ginjal.
  3. Suplemen Protein
    Walaupun bermanfaat untuk pembentukan otot, suplemen protein jika dikonsumsi berlebihan dapat memberikan tekanan berlebih pada ginjal.Disarankan untuk tetap mengutamakan sumber protein alami seperti daging tanpa lemak, telur, ikan, dan kacang-kacangan.
  1. Obat Antiinflamasi Nonsteroid (NSAID)
    Obat pereda nyeri seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen bisa berdampak buruk jika digunakan setiap hari dalam jangka panjang. Menurut Cleveland Clinic, penggunaan obat NSAID berlebih dapat memicu gangguan ginjal serius.
  2. Antibiotik
    Jenis antibiotik seperti penisilin dan sefalosporin bila dikonsumsi tanpa pengawasan dokter, berpotensi menyebabkan kerusakan ginjal akut. Efek samping ini bisa muncul bahkan pada orang dengan fungsi ginjal normal.
  3. Obat Lambung (PPI)
    Proton pump inhibitor (PPI) seperti omeprazole dan lansoprazole digunakan untuk gangguan pencernaan. Namun, penggunaan dalam jangka panjang dan dosis tinggi bisa meningkatkan risiko gangguan ginjal, sebagaimana dilaporkan oleh Healthline.
  4. Obat Tekanan Darah
    Obat golongan ACE inhibitor (ACEI) dan angiotensin receptor blocker (ARB) seperti enalapril, lisinopril, atau candesartan dapat mengganggu fungsi ginjal bila tidak digunakan sesuai anjuran. Pasien hipertensi disarankan tetap mengikuti arahan dokter.
  5. Obat Pencahar
    Obat pencahar, khususnya yang mengandung natrium fosfat, dapat meninggalkan kristal di ginjal yang memicu gagal ginjal. Oleh sebab itu, penggunaannya harus sesuai resep dan tidak untuk pemakaian jangka panjang.
  6. Obat Psikiatris
    Obat antidepresan seperti fluoxetine dan penstabil mood seperti litium dan amitriptilin dapat merusak jaringan otot dan melepaskan mioglobin ke darah. Ginjal kemudian harus menyaring zat tersebut, yang bisa menyebabkan kerusakan serius.
  7. Obat Diuretik
    Obat diuretik digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi dan kelebihan cairan. Namun, efek samping berupa dehidrasi dapat merugikan fungsi ginjal. Contohnya adalah furosemide, torsemide, dan bumetanide.

Agar terhindar dari risiko gangguan ginjal, masyarakat perlu lebih cermat dalam mengonsumsi suplemen dan obat-obatan. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat atau suplemen, terutama jika memiliki riwayat penyakit ginjal atau sedang menjalani pengobatan tertentu.(eng)

Leave a Reply