Lima Fakta Hari Buruh di Indonesia di Setiap Kepemimpinan Presiden

Ilustrasi: Hari buruh

KLIKSANDI.COM — Hari Buruh Internasional diperingati tanggal 1 Mei setiap tahun. Awal mula peringatan Hari Buruh atau May Day pada 1 Mei ini lekat dengan peristiwa Haymarket, di Chicago, Illinois, Amerika Serikat (AS) pada 1-4 Mei 1886.

Saat itu para buruh melakukan aksi menuntut perbaikan kondisi kerja, terutama pengurangan jam kerja yang terlalu panjang. Aksi itu berujung bentrokan dengan polisi yang menelan korban jiwa.

Sementara perjalanan peringatan Hari Buruh di Indonesia tidak selalu mulus dari masa ke masa, di bawah beberapa kali pergantian pemimpin negara. Berikut ini, fakta-fakta menarik tentang Hari Buruh di setiap era presiden.

  • Soekarno; Politieke Toestand

Presiden RI yang pertama, Soekarno adalah presiden yang paling menyambut baik Hari Buruh di Indonesia. Dia selalu hadir dalam acara peringatan Hari Buruh.

Setiap berpidato, Soekarno menyampaikan kepada para buruh untuk tetap mempertahankan politieke toestand. Yaitu sebuah keadaan politik yang memungkinkan gerakan buruh bebas berserikat, bebas berkumpul, bebas mengkritik, dan bebas berpendapat. Para buruh juga harus melakukan machtsvorming, yakni proses pembangunan atau pengakumulasian kekuatan.

Hal itu dilakukan melalui pewadahan setiap aksi dan perlawanan kaum buruh dalam serikat-serikat buruh, menggelar kursus-kursus politik, mencetak hingga menyebarluaskan terbitan, mendirikan koperasi-koperasi buruh, dan lain sebagainya.

  • Soeharto: Hapus Hari Buruh

Hari Buruh di masa pemerintahan Soeharto sama sekali tidak dirayakan. Hari buruh disebut sebagai kegiatan yang identik dengan ideologi komunisme yang saat itu sangat dilarang keberadaannya. Soeharto menghapus Hari Buruh 1 Mei sehingga tak lagi menjadi hari libur, pada 19 April 1968.

Soeharto beralasan bahwa hari peringatan tersebut tidak lagi sesuai dengan perkembangan keadaan saat itu. Selain itu, Hari Buruh 1 Mei dikaitkan dengan Marxisme atau Leninisme yang kegiatannya sudah dilarang. Secara politis-psikologis, Hari Buruh juga dinilai banyak menguntungkan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang saat itu disebut sedang berusaha menyusun kekuatannya kembali.

  • Berubah jadi 20 Februari

Masih pada zaman Soeharto, pada 20 Februari 1973, pemerintah meleburkan seluruh serikat buruh yang tersisa ke dalam satu organisasi tunggal yaitu Federasi Buruh Seluruh Indonesia (FBSI). Tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Pekerja versi Orde Baru, menggantikan peringatan Hari Buruh 1 Mei.

Soeharto berharap agar kaum buruh Indonesia dapat menemukan tempat yang tepat dan berperan lebih besar dalam pembangunan. Dia menyadari bahwa jalan yang harus ditempuh FBSI dalam membina dan mempersatukan kaum buruh Indonesia masih panjang pada saat itu.

  • Habibie dan Ratifikasi ILO

Kemajuan kaum buruh pada masa Habibie Gerakan buruh baru mendapatkan kembali eksistensi dan kekuatan politiknya pada masa reformasi. Pada 1998, Presiden BJ Habibie meratifikasi konvensi Organisasi Buruh Internasional (ILO) tentang Kebebasan Berserikat dan Perlindungan Hak untuk Berorganisasi bagi para pekerja.

Indonesia bahkan tercatat sebagai negara pertama di Asia yang meratifikasi seluruh konvensi dasar ILO, seperti penghapusan kerja paksa, diskriminasi jabatan, dan usia minimum pekerja. Sejak kejatuhan Soeharto, hari buruh kembali rutin dirayakan setiap tahunnya di berbagai daerah. Serikat-serikat buruh juga kembali bermunculan dan kembali menunjukan eksistensinya, seperti Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Serikat Pekerja Nasional (SPN), dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).

  • SBY; Hari Buruh pada 1 Mei

Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono mengembalikan Hari Buruh menjadi 1 Mei Pada tahun 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Keputusan Presiden Nomor 24 tahun 2013 menetapkan kembali 1 Mei untuk diperingati sebagai Hari Buruh sebagai hari libur nasional. Hal tersebut bermula dari pertemuan SBY dengan Presiden KSPI Said Iqbal pada tahun 2013.

“Ada kado istimewa dari Presiden Yudhoyono di mana pemerintah akan menjadikan 1 Mei sebagai hari libur nasional,” ujar Iqbal pada waktu itu.

Keputusan menjadikan Hari Buruh sebagai hari libur nasional mulai berlaku pada tahun 2014 dan berlanjut hingga sekarang.(eng)

Leave a Reply