Hujan Deras Tak Menyurutkan Semangat Bupati Gowa Hadiri STQH XXIII di Luwu Utara

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman bersama Bupati Gowa, Husniah Talenrang saat Menghadiri Pembukaan STQH XXIII di Luwu Utara.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman bersama Bupati Gowa, Husniah Talenrang saat Menghadiri Pembukaan STQH XXIII di Luwu Utara. Foto (Ist)

KLIKSANDI.COM – LUWU UTARA – Bupati Gowa, Hj. Husniah Talenrang, menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan generasi Qur’ani dengan menghadiri langsung pembukaan ajang Seleksi Tilawatil Qur’an dan Musabaqah Hadis (STQH) XXIII Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar di Kabupaten Luwu Utara, Minggu malam, 13 April 2025.

Upacara pembukaan berlangsung meriah di alun-alun Taman Siswa Masamba dengan ditandai pemukulan beduk oleh Gubernur ASS.

Acara tersebut mengusung tema “Mewujudkan Generasi Qur’ani Menuju Sulsel Unggul dan Bermartabat”, STQH menjadi ajang tahunan bergengsi yang tidak hanya menampilkan kemampuan membaca, menghafal, dan menafsirkan Al-Qur’an serta Hadis, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter dan spiritualitas generasi muda.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gowa, Husniah Talenrang memberikan dukungan langsung kepada para kafilah asal Gowa yang ikut bertanding.

Ia berharap para peserta dapat memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama daerah.

“Kehadiran saya di sini adalah bentuk dukungan moril kepada para kafilah Gowa. Saya bangga dan yakin, anak-anak kita mampu menorehkan prestasi membanggakan dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman,” ungkap Bupati Husniah kepada awak media.

Bupati Gowa juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Utara atas penyelenggaraan acara yang dinilainya berlangsung sukses dan penuh kekhidmatan.

“Terima kasih kepada Pemkab Luwu Utara, khususnya Bupati dan Wakil Bupati, yang telah menyambut kami dengan hangat, termasuk jamuan makan malam di rumah jabatan. Meskipun hujan deras mengguyur, acara pembukaan tetap berjalan dengan lancar,” ujar calon Ketua DPW PAN Sulsel ini.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya STQH sebagai wadah untuk membangun mental dan spiritual generasi muda, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah antar daerah di Sulawesi Selatan.

“Dengan semangat Qur’ani yang dibawa para peserta, saya yakin Sulawesi Selatan akan terus melahirkan generasi unggul, religius, dan bermartabat,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, mengucapkan selamat datang kepada seluruh kafilah dan tamu undangan di Bumi La Maranginang, Masamba.

“Selamat datang kepada seluruh kafilah, dewan hakim, serta para tamu undangan di Luwu Utara. Terima kasih telah hadir dan berpartisipasi dalam STQH tingkat provinsi ini,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan penghargaan dan ucapan selamat datang kepada Gubernur Sulawesi Selatan beserta para kepala daerah se-Sulsel yang turut hadir.

“Selamat dan sukses atas terselenggaranya STQH ini. Semoga melalui ajang ini, kita dapat mencetak generasi-generasi Qur’ani yang membumikan Al-Qur’an dan Hadis, khususnya di Luwu Utara,” pungkasnya.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dalam sambutannya, menyampaikan kabar gembira bagi peserta dengan menjanjikan hadiah uang yang jumlahnya cukup besar untuk setiap cabang lomba, yaitu 30 juta rupiah untuk juara satu, 8 juta rupiah untuk juara dua dan 6,5 juta rupiah untuk juara tiga.

“Kenapa juara satu hadiahnya besar karena memang STQ ini adalah ajang mencari bibit untuk beratarung di tingkat nasional, dan tahun depan kita naikkan lagi hadiahnya. Saya tidak mau hadiah lomba ayam ketawa lebih besar dari ini,” ucapnya.

Untuk peserta yang dapat meraih juara satu pada tingkat nasional, ASS bahkan menjanjian hadiah uang yang sangat fantastis, yaitu sebesar 360 juta rupiah.

“Sampai sekarang belum pecah telur, belum ada yang mampu memecahkan rekor itu. Juara satu saya siapkan hadiah 360 juta rupiah. Beberapa tahun sebelumnya ada yang mendapatkan juara dua dan saya berikan 75 juta rupiah,” ungkapnya.

Kepada Dewan Hakim, ASS berharap agar memberikan penilaian yang objekif sehingga peserta mendapatkan keadilan sesuai kemampuannya, sekaligus megimbau agar pelaksanaan seleksi tingkat kabupaten lebih diperketat lagi.

“Saya minta tolong kepada Dewan Hakim agar anak-anak betul-betul diberikan yang terbaik sesuai kemampuannya sehingga kita dapat mengirim yang terbaik ke tingkat nasional, begitu juga untuk seleksi di tingkat kabupaten agar lebih diperketar lagi,” imbaunya.

Diketahui, STQH XXIII ini diikuti oleh 24 kafilah kabupaten/kota, ditambah satu kafilah afirmasi, dengan total peserta sebanyak 472 orang. Kegiatan ini mempertandingkan empat cabang utama: Tilawah Al-Qur’an, Hafalan Al-Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, dan Musabaqah Hadis, yang terbagi ke dalam sejumlah sub-cabang lomba.

Leave a Reply